Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Ahmad Dahlan

Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia

Agama | 2026-09-15 16:45:29
Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ustaz Rahmadi Wibowo Suwarno (Foto. Itoshiko)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 13 September 2026. Kajian yang mengusung tema “Hadis-Hadis Tentang Kebahagiaan” ini menghadirkan Ustaz Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum., Ph.D. sebagai pemateri. Di hadapan para jamaah, ia mengupas tuntas makna kebahagiaan sejati serta tanda-tandanya di dunia berdasarkan kacamata hadis.

Mengawali materinya, Ustaz Rahmadi mengajak jamaah untuk membedakan antara kenikmatan dan kebahagiaan. Menurutnya, kenikmatan bersifat fisik, dirasakan oleh panca indra, dan biasanya hanya bertahan sesaat sesudah dikonsumsi atau dilihat. Sebaliknya, kebahagiaan memiliki ruang yang istimewa di dalam hati atau jiwa, serta memancarkan rasa yang jauh lebih tahan lama. “Bahagia itu tempatnya di dalam hati,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan definisi bahagia atau as-sa'adah yang mencakup tiga hal utama, yakni ketenangan jiwa (sakinatun nafsi), ketentraman hati (tumaninah al-qalbi), dan kelapangan dada (insyirahus-sadri). Tiga ketenangan batin tersebut dapat diraih melalui perilaku yang istikamah dalam kebaikan serta upaya untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seseorang yang bahagia akan memiliki kelapangan dada selayaknya samudra yang luas dan dalam, sehingga ia lebih mudah memaafkan, tidak sedih berlarut-larut akan masa lalu, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.

Penyampaian Ustaz Rahmadi semakin menarik ketika ia membeberkan empat tanda kebahagiaan di dunia sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Tanda pertama adalah memiliki tetangga yang baik (al-jaru as-shalih), yang membuat hidup bermasyarakat terasa aman dan tenteram. Tanda kedua ialah memiliki kendaraan yang nyaman (al-markabu al-hani'), sehingga memudahkan mobilitas seseorang untuk beribadah maupun menyambung tali silaturahmi.

Tanda kebahagiaan yang ketiga adalah memiliki rumah yang luas (al-maskanu al-wasi'). Ustaz Rahmadi menekankan bahwa kelapangan rumah ini tidak melulu soal ukuran bangunan fisik, melainkan tentang cara memandangnya dan suasana yang dibangun di dalamnya. Rumah yang luas adalah rumah yang terasa lapang di dada karena kerap diisi dengan aktivitas kebaikan, seperti merutinkan salat sunah dan menderas Al-Qur'an. Sementara itu, tanda kebahagiaan yang terakhir adalah anugerah berupa pasangan yang saleh atau salehah (al-mar'atu as-shalihah), yang senantiasa membawa kebermanfaatan bagi keluarga.

Pesan-pesan kebahagiaan ini menjadi penutup kajian yang menyejukkan hati para jamaah. Melalui penjabaran hadis tersebut, terselip pesan bahwa kebahagiaan sejati bermula dari hati yang bertaut kepada Sang Pencipta. Kajian ini diharapkan mampu memupuk rasa syukur jamaah untuk terus memakmurkan batin dalam kehidupan sehari-hari demi meraih kebahagiaan paripurna di dunia dan akhirat. (Ito)

uad.ac.id

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image