Perkuat Silaturahmi Warga melalui Pengajian Maulid Nabi
Agama | 2026-09-10 11:56:33
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 159 Unit VII.B.3 dan VII.B.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan perangkat Masjid Baitul Iman Candi dalam menyelenggarakan pengajian untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026 tersebut digelar di Masjid Baitul Iman Candi, Padukuhan Candi, Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN 159 yang diarahkan untuk memperkuat syiar keagamaan sekaligus membangun ruang interaksi sosial yang dapat mempererat silaturahmi masyarakat. Pelaksanaan pengajian juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat selama menjalankan program KKN.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan tilawah Al-Qur'an. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh salah satu santri TPA Candi, sambutan ketua panitia, serta sambutan dari takmir Masjid Baitul Iman Candi.
Tidak hanya diisi dengan rangkaian tausiyah, kegiatan tersebut turut melibatkan anak-anak TPA Candi melalui penampilan nasyid. Keterlibatan tersebut menghadirkan suasana yang lebih semarak sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kiai Rofi'uddin Muhammad Luthfi Khakim, S.Ag. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan kehidupan dan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai sumber keteladanan dalam membangun perilaku sehari-hari. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Bagi sebagian warga, penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi dalam skala yang lebih besar di lingkungan Padukuhan Candi menjadi pengalaman yang relatif baru. Salah satu warga mengungkapkan apresiasinya terhadap keterlibatan masyarakat, khususnya anak-anak dalam kegiatan tersebut. “Selama saya tinggal di sini, baru pertama kali ada acara seperti ini. Kalau tahu anak-anak bakal antusias, mungkin dari dulu sudah diadakan,” ungkapnya.
Warga lainnya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi di lingkungan Padukuhan Candi sebelumnya lebih banyak dilaksanakan secara sederhana di rumah-rumah warga. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan di Masjid Baitul Iman Candi dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas dinilai menjadi momentum baru dalam menghidupkan kegiatan keagamaan di tingkat padukuhan.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Ketua TP PKK Kalurahan Karangwuluh. Ia menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN UAD yang telah menggagas dan terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, pengajian berlangsung dengan lancar dan khidmat serta memperoleh respons positif dari masyarakat.
Selain menjadi sarana untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut dinilai memiliki nilai sosial dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat. Kehadiran dan partisipasi anak-anak TPA Candi juga menjadi bagian penting yang menciptakan suasana kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Melalui penyelenggaraan pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKN 159 Unit VII.B.3 dan VII.B.2 UAD bersama perangkat Masjid Baitul Iman Candi berharap tradisi keagamaan di Padukuhan Candi dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar peringatan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan keteladanan terhadap akhlak Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat silaturahmi, kerukunan, dan semangat kebersamaan masyarakat. (Mawar)
uad.ac.id
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
