Selamatkan Negara, Tapi Tewas Ditembak: Kisah Tragis di Lembaran 5 Dolar AS
Sejarah | 2026-08-18 11:20:30
(Oleh: Arfian)
Sebagai seorang mahasiswa penikmat numismatik (kolektor uang kuno), saya selalu percaya uang kertas itu nilainya jauh lebih berharga dari sekadar angka yang tertera di sudutnya. Setiap lembaran yang dicetak membawa cerita, sejarah, dan terkadang, sebuah tragedi. Salah satu yang beberapa waktu ini sering saya amati dari album koleksi saya adalah pecahan 5 Dolar Amerika Serikat cetakan lawas.
Meski di edisi uang yang modern (next-gen) potretnya masih dipertahankan, mengamati wajah di pecahan lawas ini selalu memberi kesan tersendiri. Wajah yang tertera di uang tersebut adalah Abraham Lincoln. Bagi warga Amerika, tokoh berjanggut lebat dengan tatapan mata yang teduh ini bukan tokoh sembarangan. Ia sering disebut-sebut sebagai presiden terhebat yang pernah dimiliki negara adidaya tersebut.
Sejarah mencatat, Lincoln adalah pahlawan yang berhasil menyatukan Amerika saat negara itu nyaris hancur terbelah akibat Perang Saudara (Civil War). Lewat tangan dingin nyalah kebijakan penghapusan perbudakan di Amerika resmi disahkan. Wajar saja kalau wajahnya diabadikan di lembaran uang ini sebagai bentuk penghormatan.
Tragedi Berdarah di Teater Seperti sebuah drama, akhir hidup sang presiden rupanya sangat kelam. Kejadiannya pada 14 April 1865, hanya berselang beberapa hari setelah Perang Saudara resmi berakhir. Waktu itu, seluruh rakyat Amerika sedang bersuka ria merayakan kemenangan dan kembalinya persatuan negara.
Malam itu, Lincoln dan istrinya memutuskan untuk bersantai menonton pertunjukan komedi di Ford's Theatre, Washington D.C. Karena minimnya pengawalan, seorang aktor teater bernama John Wilkes Booth yang ternyata pendukung kubu musuh berhasil menyelinap masuk ke balkon presiden.
Di tengah suara gelak tawa penonton teater, Booth menembak kepala belakang Lincoln dari jarak dekat. Sang presiden pahlawan itu wafat keesokan harinya. Ia tercatat dalam sejarah kelam sebagai Presiden AS pertama yang tewas dibunuh (assassinated) saat menjabat.
Pesan Persatuan di Balik Lembaran Uang Penghormatan terhadap Lincoln tidak hanya berhenti pada potret wajahnya di bagian depan. Kalau Anda membalik lembaran 5 Dolar ini, apalagi pada edisi pre-facelift (kepala besar) Anda melihat gambar bangunan megah Lincoln Memorial.
Tapi, keistimewaan sesungguhnya baru akan terlihat jika Anda menggunakan kamera makro atau kaca pembesar pada gambar monumen tersebut. Ada detail luar biasa yang sengaja disematkan di sana. Di bagian atas monumen, terdapat ukiran nama-nama negara bagian Amerika Serikat yang dicetak sangat kecil (mikro).
Di dunia nyata, monumen Lincoln Memorial memang dibangun dengan pilar-pilar yang mewakili negara bagian yang bersatu saat ia wafat. Detail sekecil nama negara bagian di uang itu seolah menjadi pesan abadi: Lincoln mati demi menjaga wilayah-wilayah tersebut tetap bersatu di bawah satu bendera kebangsaan. Uang ini bukan sekadar kertas bernilai lima dolar, tapi jadi pengingat nyata soal harga mahal dari sebuah persatuan bangsa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
