Puisi Perihal Rindu yang Memburu
Sastra | 2026-08-10 11:46:41Di antara celah waktu yang bisu
hati tak mampu berdusta
setiap detik menanti hadirmu
Sakit ini bukan sekadar rasa
Ia mengakar dalam jiwa
seperti duri dalam mawar
sentuh tanpa suara
Cinta ini bukan lagi rahasia
meskipun kau tak tahu adanya
Ia hidup dalam setiap nafas
mengalir bersama darah
Jangan tanya kenapa hati menjerit
karena rasa ini tak pernah surut
setiap malam memanggil namamu
mengharapkan hadirmu yang tak datang tiba
Namun bayangmu tetap bertahan
Dalam relung paling terdalam hati
menjadi doa tanpa jawaban pasti
Di ujung sepi yang abadi
Aprianus Gregorian Bahtera
Senin, 10 Agustus 2026
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
