Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image humas ump

UMP dan Kebangkitan Pemikiran Margono Djojohadikusumo Sumitro

Info Terkini | 2026-08-04 07:13:00

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus memperkuat perannya sebagai kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi pusat lahirnya gagasan besar bagi pembangunan bangsa. Melalui berbagai program strategis yang dikembangkan, UMP berupaya menghidupkan kembali pemikiran dua tokoh ekonomi nasional asal Banyumas, Raden Mas Margono Djojohadikusumo dan Prof. Sumitro Djojohadikusumo, sebagai fondasi dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Gagasan tersebut disampaikan Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, dalam pemaparannya bertajuk “Menghidupkan Spirit Margono dan Sumitro Sebagai Pilar Keadilan Sosial” yang menegaskan bahwa pemikiran kedua tokoh tersebut tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Lebih lanjut Rektor UMP menjelaskan, margono Djojohadikusumo tokoh bangsa asal Banyumas. Wilayah Banyumas secara historis dikenal melahirkan etos blakasuta (egaliter, lugas, dan berpihak pada keadilan sosial). Karakter inilah yang melandasi pemikiran Raden Mas Margono Djojohadikusumo pendiri Negara Indonesia (BNI)

dan penganjur kuat gerakan koperasi.

Ia menegaskan bahwa UMP memposisikan diri sebagai “murid ideologis” dari pemikiran Margono dan Sumitro dengan menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui Rumah Bertumbuh Indonesia (RBI) yang berfokus membantu masyarakat terbebas dari jeratan rentenir dan praktik pinjaman yang merugikan, sekaligus memberikan pendampingan agar mampu tumbuh secara mandiri. Selain itu, UMP juga memperkuatgreberpihakan kepada kelompok masyarakat termarjinalkan melalui program beasiswa dan pemberdayaan sosial.

Tidak hanya itu, UMP juga mengembangkan gerakan Rumah UMKM sebagai wadah pendampingan pelaku usaha mikro agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta menciptakan ekonomi lokal yang lebih produktif. Langkah tersebut merupakan implementasi nyata dari gagasan Sumitro mengenai pentingnya penguatan ekonomi rakyat sebagai fondasi pembangunan nasional.

Dalam bidang akademik, UMP mendirikan Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan (PSKPK) yang diproyeksikan menjadi rumah besar pengembangan pemikiran Margono dan Sumitro. Melalui kerja sama dengan Sumitro Institute, pusat studi tersebut diarahkan menjadi ruang lahirnya kajian, riset, dan rekomendasi kebijakan yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan, ekonomi kerakyatan, dan keadilan sosial.

“Kami ingin UMP menjadi tempat pulang bagi pemikiran Margono dan Sumitro. Nilai-nilai perjuangan mereka harus terus dihidupkan melalui pendidikan, penelitian, kebijakan publik, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan masyarakat desa. Kampus harus menjadi pusat transformasi yang melahirkan inovasi sekaligus menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat,” tegasnya.

Margono Djojohadikusumo Tokoh Bangsa Asal Banyumas

Jejak perjuangan Raden Mas Margono Djojohadikusumo tidak dapat dipisahkan dari tanah Banyumas. Tokoh kelahiran Banyumas tersebut dikenal sebagai salah satu pelopor ekonomi kerakyatan Indonesia yang memiliki perhatian besar terhadap nasib masyarakat kecil. Di tengah kondisi ekonomi rakyat yang saat itu masih bergantung pada rentenir dan sistem permodalan yang tidak berpihak kepada petani maupun pedagang kecil, Margono meyakini bahwa kemandirian ekonomi hanya dapat dibangun melalui lembaga keuangan milik rakyat dan gerakan koperasi yang kuat.

Semangat tersebut kemudian mengantarkannya menjadi salah satu pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) sekaligus penganjur utama gerakan koperasi di Indonesia. Nilai perjuangan yang tumbuh dari karakter masyarakat Banyumas yang dikenal blakasuta, egaliter, lugas, dan menjunjung tinggi keadilan sosial, menjadi fondasi pemikiran ekonomi yang diwariskannya kepada bangsa.

Menurut Prof Dr Jebul Suroso, Margono Djojohadikusumo merupakan salah satu tokoh bangsa asal Banyumas yang dikenal memiliki kepeduliannya terhadap masyarakat kecil lahir dari keprihatinan melihat petani dan rakyat desa yang terjerat praktik rentenir. Sementara itu, Sumitro Djojohadikusumoariskan pemikiran bahwa pembangunan ekonomi nasional harus bertumpu pada penguatan ekonomi rakyat melalui akses terhadap modal, teknologi, pendidikan, informasi pasar, serta kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.  

“Spirit Margono dan Sumitro adalah warisan intelektual yang sangat relevan untuk menjawab tantangan Indonesia saat ini. Keduanya mengajarkan bahwa pembangunan ekonomi harus dimulai dari penguatan masyarakat, memberikan akses yang adil terhadap kesempatan ekonomi, serta menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat,” ujar Prof Dr Jebul Suroso.

Sebagai bagian dari implementasi pemikiran tersebut, UMP juga mengembangkan konsep kampus wisata yang dikaitkan dengan gerakan industrialisasi desa. Melalui pendekatan ini, perguruan tinggi berperan dalam mengembangkan potensi lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menciptakan model pembangunan berbasis kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Komitmen UMP dalam membumikan pemikiran Margono Djojohadikusumo dan Sumitro Djojohadikusumo menunjukkan bahwa warisan intelektual tokoh bangsa tidak hanya relevan untuk dikenang, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam merancang model pembangunan Indonesia yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui berbagai program strategis tersebut, UMP menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga konsisten membangun gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Dengan menjadikan pemikiran Margono dan Sumitro sebagai pijakan, UMP berharap mampu melahirkan inovasi, kebijakan, dan gerakan sosial yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi kerakyatan Indonesia.(tgr)

Artikel lengkap dapat diakses DISINI

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image