Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Abdul hadi tamba

Besarkan Allah dalam Hati dan Jiwamu

Agama | 2026-08-04 05:18:44

Abdul Hadi tamba.

Besarkan Allah dalam hati dan jiwamu.

Dalam pandangan kami mengagungkan dan membesarkan Allah SWT di dalam hati serta jiwa (at-ta'dzim wal mahabbah) adalah inti dari penghambaan (ubudiyah) dan maqam ihsan.

Hati yang dipenuhi keagungan Allah akan bersih dari mengagungkan selain-Nya (dunia, hawa nafsu, atau makhluk), sehingga melahirkan rasa takut, cinta, tunduk, dan ikhlas yang sempurna.

Dalil dari Al-Qur'anQS. Al-Hajj Ayat 32 :

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

"Demikianlah (perintah Allah).

Dan barang siapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.

Penjelasan Sufi :

Mengagungkan perintah, asma, dan dzat Allah adalah tolok ukur utama hidupnya ketakwaan di dalam lubuk hati seseorang.QS. Al-A'raf Ayat 205 :

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

"Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.

Penjelasan Sufi.

Ayat ini menjadi dasar dzirkhfi (dzikir batin) untuk menancapkan rasa kebesaran Allah di dalam jiwa secara kontinu.

Dalil dari Hadits Pendukung Hadits tentang Hakikat Ihsan (Riwayat Muslim dari Umar bin Khattab RA) :

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

"Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya.

Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Penjelasan Sufi :

Rasa pengawasan ilahi (muraqabah) dan kehadiran Allah di dalam jiwa (hudhur) hanya bisa tercapai bila kebesaran-Nya telah menguasai hati seorang hamba.

Hadits Qudsi (Riwayat Bukhari dan Muslim) :

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي...

"Aku sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku...

Penjelasan Sufi :

Kedekatan rohaniah (ma'iyah) terwujud ketika hati hamba senantiasa mengagungkan dan mengingat Sang Khaliq.

Fatwa dan Pandangan Ulama Muktabar (Sufi & Salaf)Imam Al-Ghazali (w. 505 H) dalam Ihya' Ulumuddin :

Menjelaskan bahwa makrifat dan pengagungan (ta'dzim) kepada Allah adalah buah dari tafakur.

Hati tidak akan tunduk dan bersih dari cinta dunia kecuali jika kebesaran Allah menutupi seluruh ruang kesadarannya.

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (w. 561 H) dalam Al-Fathur Rabbani :

Menyatakan bahwa mentauhidkan Allah secara hakiki berarti mengeluarkan segala sesuatu selain Allah dari dalam hatimu.

Jangan besarkan dunia atau makhluk di dalam dadamub ; besarkanlah Sang Pencipta dunia, maka dunia akan tunduk di bawah telapak kakimu secara hina sementara hatimu merdeka bersama Allah.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah (w. 751 H) dalam Madarijus Salikin :

Menjelaskan maqam at-ta'dzim (pengagungan), bahwa hakikat pengagungan Allah di dalam hati adalah dengan merasa malu kepada-Nya, mengingat nikmat-nikmat-Nya, dan menyadari kebesaran kekuasaan-Nya sehingga timbul kepatuhan total tanpa reserve.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image