Mahasiswa Palestina, Sudan, dan Mali Ikuti Pengajian Hari Bermuhammadiyah di PCM Rawalo
Info Terkini | 2026-07-31 09:19:18Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar Pengajian Slapanan "Hari Bermuhammadiyah" yang dihadiri ratusan jamaah. Kegiatan tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., anggota Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Banyumas, Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Banyumas, sekaligus Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Pengajian kali ini juga diikuti empat mahasiswa internasional UMP yang berasal dari Palestina, dua mahasiswa asal Sudan, dan Mali. Mereka adalah Samara, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam asal Palestina; Jibril, mahasiswa Pendidikan Agama Islam asal Mali; Ahmed Fawzi, mahasiswa Teknik Sipil asal Sudan; serta Abu Al Hasan, mahasiswa Sastra Inggris asal Sudan.
Selain mengikuti pengajian, para mahasiswa berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di UMP dan mengenal aktivitas dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting dan cabang Rawalo.
"Saya merasa seperti memiliki keluarga baru di Indonesia. Muhammadiyah mengajarkan Islam yang ramah, peduli, dan dekat dengan masyarakat. Kami sangat senang dapat hadir dan belajar langsung bersama warga Muhammadiyah di PCM Rawalo," ujar Samara.
Samara menilai Muhammadiyah memiliki kekuatan dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
"Di negara saya, pendidikan agama sangat penting. Ketika melihat Muhammadiyah di Indonesia, saya melihat bagaimana pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial berjalan bersama. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya," katanya.
Sementara itu, Ahmed Fawzi dan Abu Al Hasan mengaku terkesan dengan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan di tingkat cabang. Menurut mereka, dakwah Muhammadiyah dijalankan tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga melalui pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua PCM Rawalo, Warsono, S.Pd., mengatakan kehadiran mahasiswa internasional menjadi salah satu bentuk pengenalan Muhammadiyah kepada masyarakat internasional.
"Kehadiran mahasiswa internasional menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah dikenal di berbagai negara. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat dakwah yang inklusif, berkemajuan, dan membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam tausiahnya, Darodjat mengulas kandungan Surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengajak umat Islam untuk bertakwa, melakukan muhasabah, serta mempersiapkan masa depan.
Menurut Darodjat, pesan "memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok" tidak hanya berkaitan dengan kehidupan akhirat, tetapi juga mendorong umat untuk merencanakan kehidupan dunia, termasuk pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan ketahanan ekonomi.
"Banyak keluarga yang hidup pas-pasan. Al-Qur'an mengajarkan agar kita tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan. Menabung sedikit demi sedikit, menyekolahkan anak dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, menghindari utang konsumtif, serta membangun kebiasaan berbagi merupakan bentuk implementasi dari pesan Al-Hasyr ayat 18," kata Darodjat.
Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan anak sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.
"Orang tua yang tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya meskipun dengan keterbatasan ekonomi sesungguhnya sedang menjalankan amanah Al-Qur'an untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Selain pengajian, PCM Rawalo menyalurkan santunan kepada warga yang membutuhkan sebagai bagian dari kegiatan sosial. Para mahasiswa internasional turut menyaksikan penyaluran bantuan tersebut dan menilai kegiatan itu mencerminkan implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengajian Slapanan "Hari Bermuhammadiyah" di PCM Rawalo menjadi ajang penguatan nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat interaksi antara warga Muhammadiyah dengan mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (*/Chy)
Artikel lengkap dapat diakses DISINI
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
