Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Noor Ain Isnani

Konflik Palestina-Israel Disulap Jadi Karikatur

Sejarah | 2026-07-21 12:32:07
Salah satu postingan dari akun Instagram Fahd Bahady seorang kartunis dan jurnalis yang sering membuat karikatur tentang perkembangan konflik Palestina-Israel

Karikatur merupakan suatu karya seni yang unik, menarik, namun sering kali memiliki makna yang dalam di baliknya. Pesan yang terkandung di dalamnya seringkali mewakili suara yang semakin lama kian membisu. Suara yang seharusnya terdengar lantang dan nyaring tapi terpaksa harus bungkam karena keadaan.

Palestina contohnya,

Taukah kamu? sudah berapa manusia yang menjadi korban dalam konflik Palestina-Israel. Hal lain yang paling menyayat hati adalah ketika mengetahui korban tak lagi memandang status dan umur.

Anak-anak misalnya. Mereka yang tidak mengerti apa-apa, yang seharusnya dunianya dipenuhi canda dan tawa harus membayangkan keadaan yang begitu menyeramkan.

Hind Rajab... seorang anak perempuan Palestina yang menjadi korban penyerangan Israel. Hind menjadi korban dengan total 335 tembakan peluru yang diarahkan ke mobil tempat belakang dan keluarganya berlindung dari serangan.

Karikatur ini memiliki background warna bendera Palestina. Hind diberi ekspresi tenang sambil memejamkan mata seolah sedang tertidur. Sayap kupu-kupu berwarna merah dan putih yang dikenakan dibelakang bersimbol ketenangan dan kebebasan karena sudah syahid di medan perang. Merah melambangkan darah akibat luka tembakan yang dilayangkan pada Hind. Bekas lubang yang berserakan disekitar gambar menyimbolkan bekas tembakan.

Selamat jalan Hind, tenanglah disana. Kami akan selalu mengingatmu sebagai simbol ketenangan yang indah

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image