Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Lutfia azzahra

Kebiasaan Menunda, Musuh Kecil yang Sering Diremehkan

Gaya Hidup | 2026-07-21 01:44:07
Satu Langkah Kecil Lebih Baik daripada Terus Menunda

Hampir semua orang pernah menunda pekerjaan. Mulai dari mengerjakan tugas kuliah, membalas pesan, membersihkan kamar, sampai menyelesaikan pekerjaan kantor. Awalnya mungkin hanya ingin istirahat sebentar atau merasa masih punya banyak waktu. Namun, tanpa disadari, kebiasaan menunda justru membuat pekerjaan semakin menumpuk dan terasa lebih berat.

Menunda pekerjaan memang terasa nyaman untuk sesaat, tetapi dampaknya sering kali muncul di kemudian hari. Tugas yang seharusnya bisa diselesaikan dengan tenang berubah menjadi dikejar waktu. Akibatnya, banyak orang merasa stres, sulit berkonsentrasi, bahkan hasil pekerjaannya menjadi kurang maksimal karena dikerjakan secara terburu-buru.

Ada banyak alasan mengapa seseorang suka menunda. Ada yang merasa malas memulai, takut hasilnya tidak sempurna, atau justru bingung harus mulai dari mana. Padahal, langkah pertama biasanya adalah bagian yang paling sulit. Setelah mulai mengerjakan sedikit demi sedikit, pekerjaan akan terasa jauh lebih ringan dibanding terus memikirkannya.

Salah satu cara mengatasi kebiasaan menunda adalah dengan membuat target kecil setiap hari. Misalnya, mengerjakan tugas selama 20 hingga 30 menit terlebih dahulu atau menyelesaikan pekerjaan yang paling mudah. Cara ini dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih disiplin tanpa merasa terbebani.

Pada akhirnya, melawan rasa ingin menunda bukan berarti harus menjadi orang yang selalu produktif setiap saat. Yang terpenting adalah berani memulai dan konsisten melangkah sedikit demi sedikit. Sebab, pekerjaan yang selesai meski perlahan akan selalu lebih baik daripada pekerjaan yang terus ditunda.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image