MAN 2 Bantul Merajut Asa Wirausaha Melalui Praktik Kerja Lapangan di Pradita Las
Eduaksi | 2026-07-14 13:08:54
Bantul (MAN 2 Bantul) – Selama hampir tiga bulan, mulai 20 April hingga 10 Juli 2026, tiga siswa Program Keterampilan Teknik Pengelasan MAN 2 Bantul, yaitu M. Hafiz Kamal, Zihan, Rahmat Ali dan kawan kawan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Pradita Las. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis dunia kerja yang bertujuan membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, serta memiliki semangat berwirausaha.
Di bawah bimbingan instruktur dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Supriyanto, para siswa memperoleh pengalaman langsung dalam proses produksi, mulai dari membaca gambar kerja, mempersiapkan material, melakukan proses pengelasan, hingga tahap finishing. Selain meningkatkan keterampilan teknis, mereka juga belajar mengenai disiplin kerja, tanggung jawab, keselamatan kerja (K3), pelayanan kepada pelanggan, serta manajemen usaha bengkel las.
Momentum penarikan siswa PKL pada Jumat (10/7/2026) menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus refleksi atas proses pembelajaran yang telah dilalui. Dalam testimoninya, instruktur DUDI Supriyanta menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan perkembangan ketiga siswa selama menjalani PKL.
"Selama menjalani PKL, Hafiz, Zihan, Rahmat Ali dan kawan-kawan menunjukkan semangat belajar yang baik, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja. Mereka tidak hanya belajar teknik pengelasan, tetapi juga memahami bagaimana membangun etos kerja dan melayani konsumen. Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk terus berkembang, bahkan mampu membuka usaha sendiri di masa depan," ungkap Supriyanta.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pradita Las atas komitmennya dalam mendampingi peserta didik selama pelaksanaan PKL. Menurutnya, kolaborasi antara madrasah dan dunia industri merupakan kunci dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memiliki mental wirausaha.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pradita Las yang telah menjadi mitra strategis MAN 2 Bantul dalam membimbing peserta didik. PKL bukan sekadar memenuhi kurikulum, tetapi menjadi ruang belajar yang sesungguhnya bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi, karakter, budaya kerja, dan jiwa kewirausahaan. Harapan kami, pengalaman yang diperoleh selama tiga bulan ini mampu membentuk lulusan yang profesional, mandiri, serta berani menciptakan peluang usaha di bidang teknik pengelasan sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," tutur Nur Hasanah Rahmawati.
Beliau menambahkan bahwa MAN 2 Bantul akan terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjadi pencipta lapangan kerja.
PKL tidak hanya menjadi wahana meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga menjadi proses merajut asa wirausaha, menanamkan keberanian untuk berkarya, berinovasi, dan menciptakan peluang usaha secara mandiri. Bekal pengalaman tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk menjadi generasi yang profesional, produktif, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui bidang teknik pengelasan.
Seluruh keluarga besar MAN 2 Bantul menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pradita Las atas bimbingan, kepercayaan, dan kerja sama yang telah diberikan selama pelaksanaan PKL. Sinergi antara madrasah dan dunia industri diharapkan terus terjalin untuk mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia wirausaha. (mas bro)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
