Tampa Dzikrullah Hati akan Beku
Agama | 2026-07-14 02:39:16Abdul Hadi tamba.
Tampa Dzikrullah hati akan beku.
Dalam pandangan kami Dzikrullah (mengingat Allah) adalah makanan bagi ruhani.
Tanpanya, hati akan mati dan beku.
Dzikir berfungsi membersihkan karat kelalaian, mengendalikan nafsu, dan menjaga kesadaran spiritual manusia.
Sumber Dalil Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 152
:فَاذْكُرُوْنِيْٓ أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Artinya: "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
Surat Al-Ahzab ayat 41-42:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan ingatan yang sebanyak-banyaknya..
Surat Ar-Ra'd ayat 28:...
اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
Artinya: "...Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
"Surat Az-Zumar ayat 22:
فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ
ۚArtinya: "...Maka celakalah
mereka yang hatinya membatu untuk mengingat Allah..."2. Hadis Shohih PendukungAnalogi Orang yang Berdzikir (HR. Bukhari):
مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَ الَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَ الْمَيِّتِ
Artinya: "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.
Obat Hati yang Beku
(HR. Tirmidzi dan Ahmad):
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada amalan yang lebih menyelamatkan manusia dari siksa Allah selain dzikir kepada-Nya.
Dalam riwayat lain, Nabi bersabda bahwa setiap perbuatan dosa akan membuat karat pada hati.
Karat ini hanya bisa dibersihkan dengan dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur'an.
Fatwa Ulama Muktabar Ibnu Taimiyah:
Di dalam kitab Al-Wabil ash-Shayyib, beliau mengibaratkan kebutuhan hati terhadap dzikir sama persis dengan kebutuhan ikan terhadap air.
Apabila ikan keluar dari air, ia akan mati.
Begitu pula hati manusia yang jauh dari dzikir akan mengeras dan binasa.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah:
Menegaskan bahwa dzikir adalah makanan pokok hati dan ruh.
Jika hati gersang dari siraman dzikir, ia akan menjadi beku, mati rasa, dan mudah diombang-ambingkan oleh nafsu serta bisikan setan.
Ibnu 'Atha'illah As-Sakandari:
Dalam kitab Al-Hikam, beliau menyatakan bahwa cahaya dzikir adalah cermin hati.
Jika hati beku dan kusam, berarti cermin tersebut tertutup oleh debu kelalaian (ghaflah).
Imam Al-Ghazali:
Dalam Ihya' 'Ulum ad-Din, beliau mengajarkan bahwa untuk melembutkan hati yang keras, seseorang harus melakukan mujahadah (perjuangan batin).
Kunci utamanya adalah memutus rantai kecintaan duniawi (hubbud dunya) dan menggantinya dengan Dawam al-Dzikr (berdzikir secara terus-menerus) dalam setiap helaan napas.
Catatan Tambahan:
Untuk mengamalkan tasawuf dengan benar, para ulama sepakat bahwa amalan hati ini harus selalu berjalan beriringan dengan ilmu syariat (fikih dan akidah) agar tidak menyimpang dari ajaran Islam.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
