Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rosi Risalah

Mengapa Banyak Hal tidak Mudah untuk Diwujudkan?

Curhat | 2026-07-10 19:41:13
Sumber foto: Unplash

Mungkin sejak dahulu aku pikir mencari jalan yang mudah adalah keistimewaan. Tetapi semakin sering mencari cara mudah atau instans hanya membuat jiwa semakin rapuh dan hancur. Jiwa kuat itu hilang seperti gas yang menguap. Mudah tak terlihat. Mudah hilang. Mudah mempertanyakan kelayakan kapasitas diri.

Kita sering takut membentur keadaan. Sering takut membuat keputusan. Sering takut pada hal hal yang tidak abadi, sebenarnya. Tetapi untuk memulai sesuatu, seperti berkali-kali mengambil dan menyimpan. Tidak kunjung diberikan. Tidak kunjung dilepaskan.

Aku sempat melihat konten seseorang yang membagikan papan tulis kecil untuk menuliskan cita-cita semasa kecil. Kulihat semua orang dewasa menuliskannya. Membudahkan semua mimpi mereka yang dahulu begitu dicita. Tetapi mimpi itu menjadi sesuatu yang terasa sangat jauh. Mereka kini sudah berjalan pada rutinitas yang tak sama dengan mimpinya. Tersenyum melihat goresan-goresan mimpi kecilnya. Mengapa jadi sejauh itu, ya? Mengapa banyak hal tidak mudah untuk diwujudkan?

Aku jadi memiliki sebuah refleksi tentang betapa tidak pernah layaknya kita untuk mengomentari dan menghakimi jalan hidup orang lain. Selama dia bukan kriminal, setiap jalan hidup yang dilewati setiap orang adalah hari-hari penuh perjuangan yang tidak mudah. Ada hal-hal yang ia ikhlaskan. Ada hal-hal yang ia pendam begitu dalamnya. Ada bunga yang begitu layu padahal sudah seberusaha itu disiramnya.

Dulu, aku pikir hal yang berisik di malam hari itu hanya gurauan orang-orang dalam sastra klasik. Tetapi semakin dewasa, semakin keras, semakin sering dilalui. Semakin aku mengerti bahwa setiap orang selalu punya masa memaklumi. Punya suara menggema yang entah bagaimana berhentinya.

Tidak pernah ada panduan khusus bahwa bertumbuh itu sebegitu menyeramkannya. Kita hanya punya kepercayaan bahwa di depan sana mungkin ada cahaya yang membawa kita keluar dari setiap kegelapan hari. Tetap ada harapan dari setiap rasa ketidakmampuan ini. Ada jalan keluar dari setiap lorong yang terasa begitu menghimpit.

Jangan menyerah, ya. Sedikit lagi, mungkin cerah.

Baca juga: Hari-hari Bersama Celetukan When ya?

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image