Kecolongan Dua Gol, Argentina Pulangkan Mesir dari Piala Dunia 2026
Olahraga | 2026-07-08 09:45:18
Dalam partai hidup mati babak 16 besar Piala Dunia 2026, juara bertahan Argentina berhasil menuntaskan misi mustahil setelah kecolongan dua gol untuk menaklukkan Mesir dengan skor dramatis 3-2. Lionel Messi dan kawan-kawan resmi melaju ke perempat final, sekaligus mengubur mimpi "The Pharaohs" yang tampil luar biasa sepanjang turnamen.
Sebelum peluit kick-off dibunyikan, atmosfer pertandingan sudah sangat kental dengan kontras taktis. Argentina datang sebagai favorit utama, berbekal skuad bertabur bintang dengan filosofi permainan yang fleksibel. Di sisi lain, Mesir hadir dengan reputasi sebagai tim paling disiplin dari benua Afrika, yang mengandalkan soliditas pertahanan serta transisi serangan balik yang mematikan.
Diatas kertas Argentina diharapkan mendominasi penguasaan bola untuk membongkar blok pertahanan Mesir. Namun, sepak bola memang kerap menyajikan skenario di luar prediksi kertas di atas lapangan.
Mesir mengejutkan dunia saat laga baru berjalan 15 menit. Yasser Ibrahim menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Albiceleste melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan Marwan Attia, setelah memenangkan duel udara melawan Lisandro Martinez. Skor 0-1 untuk Mesir.
Mental juara Argentina sempat diuji di menit ke-19 saat mereka mendapatkan hadiah penalti. Namun, magis Lionel Messi seolah meredup sejenak di hadapan kiper Mesir, Mostafa Shobeir, yang tampil fenomenal dengan menggagalkan eksekusi sang kapten. Shobeir melanjutkan malam gemilangnya dengan mematahkan peluang-peluang emas dari Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez, menjaga keunggulan Mesir hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tensi semakin memanas. Mesir sempat mengira mereka telah menjauhkan jarak melalui gol Zico di menit ke-58, namun teknologi VAR menganulir gol tersebut karena adanya pelanggaran dalam proses serangan.
Meski sempat selamat dari petaka, gawang Argentina akhirnya jebol untuk kedua kalinya di menit ke-67. Lewat skema serangan balik kilat yang dikomandoi Mohamed Salah, Zico memastikan bola bersarang di jala gawang, mengubah papan skor menjadi 0-2.
Tak mau dipermalukan, Argentina menunjukkan mengapa mereka layak disebut juara bertahan. Mentalitas baja Albiceleste bangkit. Harapan pertama muncul di menit ke-79 lewat tandukan Cristian "Cuti" Romero, yang menyambar bola kiriman Messi. Skor berubah 1-2 dan gelombang serangan Argentina pun tak terbendung.
Hanya butuh empat menit bagi Messi untuk menebus kegagalan penaltinya. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang megabintang sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-83, membuat ribuan pendukung di stadion bergemuruh.
Puncaknya, pada masa injury time (90+3'), Enzo Fernandez muncul sebagai pahlawan nasional. Menyambut umpan silang akurat Lautaro Martinez, sundulan Fernandez merobek jala Mesir dan memastikan kemenangan dramatis 3-2.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Argentina bukan sekadar tim yang mengandalkan kualitas individu, tetapi juga memiliki kedalaman skuad dan daya juang luar biasa saat berada dalam tekanan ekstrem. Mesir harus pulang dengan kepala tegak, setelah memberikan perlawanan yang memaksa Argentina mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka.
Bagi skuad asuhan pelatih Argentina, laga ini akan dicatat sebagai salah satu pertandingan paling berkesan, sekaligus peringatan bagi para calon lawan di babak perempat final bahwa Albiceleste siap menaklukkan segala rintangan demi mempertahankan takhta dunia.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
