Ketika Makna Berubah Menjadi Kurang Baik
Pendidikan dan Literasi | 2026-07-07 22:13:54Bahasa selalu berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satu bentuk perubahan bahasa yang berkembang adalah penurunan makna. Perubahan makna ialah sebuah kata yang mengalami pergeseran arti menjadi kurang baik atau terasa lebih rendah dari makna awal. Perubahan makna ini bisa terjadi karena masyarakat seringkali memakai bahasa dalam kehidupan sehari-hari di kehidupan.
Contoh dari penurunan makna adalah kata babu, pada masa lampau kata babu dipakai untuk penyebutan orang yang membantu pekerjaan rumah. Namun, sekarang kata tersebut sudah dianggap kurang sopan dan memiliki kesan yang merendahkan. Masyarakat lebih sering memakai istilah asisten rumah tangga (ART) kata tersebut dinilai bisa lebih menghargai pekerjaan seseorang.
Penurunan makna ini tidak hanya terjadi pada satu kata atau dua kata, namun banyak kata lain yang sering digunakan pada kehidupan sehari-hari. Kita perlu memahami arti dan perkembangan suatu kata sebelum memaknai nya. Dengan seperti itu, kita sudah bisa menghindari beberapa penggunaan kata yang dianggap kurang pantas dan dinilai negatif di telinga masyarakat.
Di lingkungan lain, seperti sekolah. Misalnya, siswa membuat karangan, atau berdiskusi di kelas, siswa ini dapat memakai kata-kata yang lebih sopan dan sesuai dengan situasi. Dengan seperti ini, komunikasi lebih menjadi efektif dan menunjukkan sikap santun dalam berbahasa.
Kita perlu terus belajar memahami perubahan makna kata dalam Bahasa Indonesia. Komunikasi kita akan terasa lebih sopan, jelas dan mudah dipahami orang.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
