Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image MUHAMMAD FACHRIZA

Dunia Lagi Panas, Indonesia Harus Tetap Waras

Politik | 2026-07-01 19:12:29

Belakangan ini, dunia terasa makin “panas”. Bukan cuma soal cuaca, tapi juga kondisi global yang penuh dengan konflik, persaingan antarnegara, sampai isu ekonomi yang nggak stabil. Dari perang di beberapa wilayah, ketegangan antar negara besar, sampai kenaikan harga bahan pokok—semuanya sering jadi viral di media sosial dan tanpa sadar ikut memengaruhi kehidupan kita di Indonesia.

Yang menarik, sekarang kita bisa tahu semua itu cuma dari scroll TikTok, Instagram, atau Twitter. Tapi di balik kemudahan akses informasi ini, ada tantangan besar: kita jadi gampang kebawa suasana. Kadang belum tentu tahu fakta lengkapnya, tapi sudah ikut panik, marah, atau bahkan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Di sinilah pentingnya kita untuk tetap “waras”. Maksudnya, kita harus tetap berpikir jernih dan nggak gampang terpengaruh oleh isu global yang lagi ramai. Apalagi kalau isu tersebut berkaitan dengan geopolitik, yang sebenarnya kompleks dan nggak bisa dilihat dari satu sisi saja. Kita perlu lebih kritis dalam menyaring informasi, supaya nggak mudah terprovokasi.

Selain itu, rasa nasionalisme juga jadi penting banget di kondisi seperti sekarang. Nasionalisme bukan cuma soal upacara atau simbol negara, tapi juga soal bagaimana kita tetap bangga jadi bagian dari Indonesia dan berusaha menjaga persatuan. Di tengah banyaknya perbedaan, kita harus bisa saling menghargai dan nggak mudah terpecah hanya karena isu yang viral.

Contohnya, ketika ada konflik global yang berdampak ke ekonomi, kita bisa mulai dari hal sederhana seperti mendukung produk lokal atau lebih bijak dalam konsumsi. Atau saat ada informasi yang memicu perdebatan, kita bisa memilih untuk mencari sumber yang terpercaya sebelum ikut menyebarkan.

Intinya, meskipun dunia lagi “panas” dan penuh tekanan dari berbagai arah, kita sebagai masyarakat Indonesia harus tetap tenang, kritis, dan punya pegangan yang kuat. Dengan begitu, kita nggak cuma jadi penonton dari isu global, tapi juga bisa jadi masyarakat yang cerdas dan nggak mudah terbawa arus.

Kesimpulannya, di tengah kondisi global yang semakin tidak pasti, sikap “tetap waras” dan nasionalisme yang kuat adalah kunci. Kita boleh mengikuti perkembangan dunia, tapi jangan sampai kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Nama: Muhammad Fachriza

Nim: 251012600477

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image