Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image DEDE IKROM

Ramalan Matematikawan Jerman Buyar, Belanda Pulang Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Olahraga | 2026-06-30 11:19:38

Siapa di sini yang sempat ikut-ikutan percaya ramalan Joachim Klement? Jujur aja, saya salah satunya. Ekonom sekaligus matematikawan asal Jerman ini sempat bikin heboh jagat sepak bola karena tiga kali berturut-turut tepat nebak juara Piala Dunia: Jerman 2014, Prancis 2018, sama Argentina 2022. Modal rekam jejak segarang itu, wajar kalau prediksinya untuk Piala Dunia 2026 langsung jadi bahan obrolan di mana-mana.

https://www.shutterstock.com/shutterstock/photos/2792851425/display_1500/stock-photo-berlin-germany-july-captain-virgil-van-dijk-of-netherlands-in-action-during-the-2792851425.jpg

Kali ini Klement nge-drop nama Belanda sebagai bakal juara dunia. Bukan asal tebak ya, dia pakai model algoritma yang masukin variabel ekonomi macam PDB per kapita, jumlah penduduk, sampai posisi sepak bola di tengah masyarakat suatu negara. Logikanya, makin makmur dan makin besar suatu negara, makin gede juga peluang infrastruktur sepak bolanya matang. Dari situ, Belanda asuhan Ronald Koeman diproyeksikan bakal ngelibas Spanyol di semifinal, terus ketemu Portugal di final buat akhirnya boyong trofi pertama sepanjang sejarah mereka.

Bayangin, tim yang udah tiga kali patah hati di final (1974, 1978, 2010) akhirnya dapet gelar juara. Drama banget kan kalau kejadian beneran? Sayangnya, bola itu emang bundar dan susah ditebak walau pakai rumus secanggih apapun.

Kandas di Babak 32 Besar, Bukan di Final

Nah, ini bagian yang bikin saya mesti nelen ludah. Belanda yang digadang-gadang bakal melenggang mulus ke final, justru harus angkat koper lebih awal di babak 32 besar setelah ketemu Maroko. Laga yang digelar di Stadion Monterrey, Meksiko ini jalannya panas banget. Tim Orange sempat unggul lewat gol Cody Gakpo di menit 72, tapi Maroko nggak gampang nyerah. Issa Diop berhasil nyamain skor jadi 1-1 lewat sundulan di masa injury time, bikin laga lanjut ke babak tambahan.

Sampai 120 menit berakhir, skor tetep 1-1, alhasil nasib kedua tim ditentuin lewat drama adu penalti. Dan di situlah Maroko unjuk mental baja, menang adu penalti dengan skor 3-2. Singa Atlas pun melenggang ke babak 16 besar, sementara Belanda harus terima kenyataan pahit pulang lebih cepat dari yang diramalkan siapapun, termasuk Klement sendiri.

Pelajaran Buat yang Doyan Percaya Ramalan

Sebenernya Klement sendiri udah wanti-wanti dari awal, model matematisnya bukan ramalan masa depan yang pasti benar. Dia bahkan bilang ke media kalau orang yang nekat taruhan berdasarkan prediksinya itu udah kebangetan nekatnya. Tiga kali tepat berturut-turut bukan jaminan yang keempat bakal sama. Namanya juga sepak bola, satu kartu merah, satu penalti, atau satu kesalahan kiper aja udah cukup buat ngubah jalan cerita.

Jadi buat kita-kita yang doyan nebak juara berdasarkan statistik dan algoritma, kejadian Belanda vs Maroko ini jadi pengingat asik. Di lapangan ijo, mental, keberuntungan, dan momentum kadang lebih berkuasa daripada rumus secanggih apapun. Maroko sendiri emang udah punya reputasi "pembunuh raksasa" sejak Piala Dunia 2022, dan kali ini mereka buktiin lagi julukan itu nggak cuma settingan doang.

Gimana menurut kalian, masih percaya sama prediksi-prediksi kayak gini buat edisi-edisi berikutnya?

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image