Bangun Resiliensi Kampus Lewat Pembekalan Kebencanaan
Eduaksi | 2026-06-26 15:16:06
Rangkaian kegiatan Gladi Lapang Skenario Kebakaran Ruang Kuliah Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, turut dibekali dengan sesi pembekalan materi di Amphitheater Kampus IV UAD. Secara keseluruhan pemaparan materi membahas mengenai peran manajemen dokter dalam simulasi kebencanaan untuk memberikan wawasan strategis bagi para calon tenaga medis.
Sesi pembekalan ini menghadirkan dua pakar kedokteran kegawatdaruratan sebagai pembicara utama. Pembicara pertama, dr. Corona Rintawan, Sp.EM., KDM., yang merupakan salah satu ahli kegawatdaruratan terkemuka sejak masa pandemi, menyampaikan materi bertajuk “Siaga di Garis Depan: Peran Strategis Dokter Masa Depan dalam Manajemen Tanggap Darurat Kebakaran”.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa berdasarkan data tahun 2024, Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk risiko kebencanaan. Oleh karena itu, dalam konteks bencana, Indonesia harus menjadi negara terdepan dalam hal kesiapsiagaan karena dampak krisis yang dihadapi sangat besar.
Ia menambahkan bahwa kelompok yang paling mudah terkena dampak adalah masyarakat rentan seperti ibu hamil, balita, atau masyarakat yang memiliki penyakit bawaan, sehingga pelatihan ini penting untuk melatih kemampuan merespons di lapangan. Terdapat empat pilar intervensi medis yang ditekankan, yaitu kompetensi klinik, kepemimpinan (leadership) dalam memimpin tim serta mengatur waktu istirahat, komunikasi risiko, dan pengambilan keputusan.
Melalui siklus berkelanjutan manajemen bencana, diharapkan dampak terburuk dapat dicegah dan dikurangi. Fase algoritma respons darurat ini mencakup triade peran medis di lapangan yang terdiri atas peran klinis, kesehatan masyarakat (kesmas), dan koordinasi manajemen, didukung oleh peta jalan relawan medis terstruktur meliputi simulasi, pelatihan, legalitas, roster, hingga deployment.
Sesi dilanjutkan oleh pembicara kedua, dr. Tri Yunanto Arliono, S.Ked., Sp.EM., yang mengupas materi berjudul “Preparedness Saves Lives: Membangun Resiliensi Kampus melalui Kolaborasi Multisektor untuk Menyiapkan Generasi Tenaga Kesehatan Tangguh Menghadapi Bencana dan Kegawatdaruratan”. Beliau memaparkan mengenai tren pendidikan dokter global, metode simulasi, serta pentingnya kolaborasi multisektor dalam menghadapi krisis.
Kolaborasi tersebut melibatkan Pemadam Kebakaran (Damkar), dunia usaha yang membantu dalam manajemen bencana, serta pihak akademisi. Dalam pandangannya, seluruh civitas akademika adalah subjek yang mempunyai tanggung jawab bersama. Ia juga menekankan peran media massa yang bukan hanya bertindak sebagai peliput bencana, melainkan sebagai instrumen untuk membantu penanganan bencana. "Hari ini tidak hanya latihan menghadapi kebakaran gedung tetapi sedang membangun resiliensi kampus," tegas dr. Tri Yunanto. (Septia)
uad.ac.id
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
