Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Siti Muberokah

Jangan Asal Minum, Kenali Dulu Berbagai Sediaan Obat Padat

Edukasi | 2026-06-26 08:11:21

Pernahkah Anda menyimpan semua obat di satu tempat tanpa memperhatikan cara penyimpanannya? Atau mengira semua obat padat dapat diminum dengan cara yang sama? Kebiasaan seperti ini masih sering ditemukan di masyarakat, padahal setiap bentuk sediaan obat memiliki karakteristik dan cara penggunaan yang berbeda. Jika digunakan secara tidak tepat, manfaat obat dapat berkurang bahkan berisiko menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Kesadaran inilah yang mendorong mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan edukasi kesehatan mengenai berbagai macam sediaan obat padat kepada para ibu peserta senam di wilayah Ketegan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, pada 3 Mei 2026. Kegiatan edukasi kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan agar masyarakat semakin bijak dalam menggunakan obat.

Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam menentukan penggunaan obat di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, mereka menjadi kelompok yang tepat untuk mendapatkan edukasi mengenai penggunaan obat secara benar. Mereka tidak hanya menggunakan obat untuk diri sendiri, tetapi juga sering membantu menentukan penggunaan obat bagi anak maupun anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai obat menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui poster edukatif yang menarik, mahasiswa memperkenalkan berbagai bentuk sediaan obat padat yang sering dijumpai di masyarakat, seperti pil, tablet, kapsul, granul, serbuk (puyer), suppositoria, ovula, dan pastiles. Peserta tidak hanya dikenalkan pada bentuknya, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai fungsi, cara penggunaan, kelebihan, serta kekurangan masing-masing sediaan.

Salah satu informasi yang banyak menarik perhatian peserta adalah kenyataan bahwa tidak semua obat dapat digunakan dengan cara yang sama. Ada tablet yang harus ditelan utuh dan tidak boleh dihancurkan, granul yang perlu dilarutkan sebelum diminum, hingga suppositoria dan ovula yang digunakan melalui jalur pemberian berbeda sesuai indikasi medis. Pengetahuan sederhana seperti ini ternyata masih belum banyak dipahami masyarakat.

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mematuhi aturan pakai obat, mulai dari dosis, waktu penggunaan, hingga cara penyimpanan yang benar. Obat sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak agar mutu dan efektivitasnya tetap terjaga.

Suasana edukasi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif bertanya mengenai obat-obatan yang sering mereka konsumsi di rumah, seperti cara membedakan berbagai bentuk sediaan obat serta penyimpanan obat yang benar. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan edukasi kesehatan yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga tidak hanya menjalankan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga berupaya membangun kesadaran bahwa penggunaan obat yang rasional dimulai dari pemahaman terhadap bentuk sediaannya. Pengetahuan yang tampak sederhana ini dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat dan meningkatkan keamanan terapi.

Mengenal bentuk sediaan obat mungkin terdengar sederhana, tetapi pengetahuan inilah yang menjadi langkah awal dalam penggunaan obat secara rasional. Dengan memahami cara penggunaan yang benar, masyarakat dapat memperoleh manfaat obat secara optimal sekaligus mengurangi risiko kesalahan penggunaan yang dapat membahayakan kesehatan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image