Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Qessa

Fenomena Digital Social Kindness di Tengah Masyarakat Individualis

Trend | 2026-06-25 18:34:26
Ilustrasi sederhana bagaimana konten kebaikan yang ada di dunia digital dapat mempengaruhi orang lain

Di tengah masyarakat modern, manusia atau individu seringkali cenderung memiliki sifat individualis yang membuat seolah-olah mereka tidak memperdulikan dengan keadaan sekitar mereka. Sifat individualis ini lebih terlihat pada masyarakat kota dimana mereka lebih mementingkan urusan pribadi dan privasi mereka daripada mencampuri atau memperhatikan sesuatu yang terjadi disekitarnya.

Namun, ditengah-tengah masyarakat individualis modern masih terdapat sebagian orang yang memiliki kesadaran akan apa yang terjadi disekitarnya dengan membantu orang lain yang mengalami kesusahan atau menunjukan sifat kepedulian terhadap suatu hal. Contohnya, seorang yang memberikan kursinya untuk ibu hamil pada fasilitas umum atau seseorang yang memberikan makanan untuk pengemis dijalanan.

Hal seperti ini seringkali terekam secara tidak sengaja atau disengaja oleh orang lain dan diupload ke media sosial seperti Instagram, YouTube ataupun TikTok yang kemudian memicu rasa respect dan empati dari pengguna lain yang melihat postingan tersebut. Hal seperti ini yang mendasari terjadinya “Social Kindness” ditengah-tengah masyarakat individualis.

Social Kindness sendiri merupakan fenomena sosial yang menunjukan rasa kepedulian seseorang dengan keadaan sekitarnya kemudian dengan derasnya arus media sosial seperti saat ini fenomena seperti seseorang membantu orang lain dapat terekam secara tidak sengaja dan dapat menyebar dengan cepat sehingga memicu rasa respect dan empati orang yang menonton untuk melakukan hal yang sama.

Dari kacamata sosiologis, fenomena digital “Social Kindness” dapat dianalisis dan sejalan dengan Teori Pembelajaran Sosial atau Social Learning Theory yang disampaikan oleh Albert Bandura. Menurut Bandura, manusia ataupun individu mempelajari perilaku sosial tidak hanya berasal dari pengalaman melainkan pengamatan terhadap suatu tindakan yang orang lain lakukan. Dalam kasus fenomena ini, media sosial menjadi alat yang menyebarkan berbagai jenis konten yang menunjukan kepedulian seperti membantu orang lain ataupun kegiatan kebaikan lainnya yang menjadi bagian dari fenomena social kindness. Ketika tindakan tersebut mendapatkan dukungan serta respons positif dari pengguna lain dan menyebar dengan luas pada berbagai platform media sosial seperti Instagram, YouTube atapun TikTok. Kemudian ketika konten ini tersampaikan pada pengguna lain akan membuat orang yang menonton terasa terdorong untuk melalukan hal yang sama atau meniru hal serupa dengan apa yang orang itu lihat.

Dalam Social Learning Theory oleh Albert Bandura, terdapat empat tahapan pada proses belajar dan peniruan perilaku orang lain yang diamati, yaitu seperti Attention (Perhatian), Retention (Penyimpanan), Reproduction (Meniru) dan Motivation (Motivasi). Dalam konteks pada fenomena ini dapat diurutkan seperti :

1. Attention (Perhatian)

Pada tahap ini, ketika seseorang memperhatikan konten kebaikan yang muncul pada berandanya disuatu platform media sosial dengan fokus dan memeperhatikan perilaku yang dilihatnya.

2. Retention (Penyimpanan)

Kemudian, setelah individu mengamati apa yang dia lihat sebelumnya berikutnya terjadi proses penyimpanan dari informasi atau perilaku yang dia lihat didalam ingatanya (kognitif). Hal ini melibatkan proses menstrukturkan observasi yang kemungkinan akan terjadi dimasa yang akan datang.

3. Reproduction (Meniru)

Pada tahap ini, individu akan mulai mempraktikan apa yang sebelumnya pernah dia simpan dan amati sebelumnya.

4. Motivation (Motivasi)

Dan tahap terakhir inilah, individu memperoleh dorongan untuk melalukan perilaku tersebut karena melihat dari konsekuensi positif (penghargaan) dan hukuman (penguatan negatif). Jadi setelah seseorang menonton konten kebaikan dari orang lain, individu tersebut memiliki alasan dan dorongan untuk berbuat apa yang dilakukan oleh “model” yang sebelumnya diamati.

Dari apa yang sudah dibahas dapat disimpulkan bagaimana fenomena digital seperti “Social Kindness” yang dibawa dari media sosial dapat mempengaruhi individu pada masyarakat modern yang cenderung memiliki sifat individualis terutama pada daerah perkotaan. Seperti apa yang di analisa melalui Sosial Learning Theory oleh Albert Bandura bahwa manusia ataupun individu tidak hanya belajar dari pengalamanya melainkan dari apa yang dia lihat dan amati lalu akan ditiru untuk menghasilkan dorongan untuk melalukan seperti apa yang dia lihat sebelumnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image