Depresi Melanda Generasi Muda
Agama | 2026-06-24 19:13:06Depresi Melanda Generasi Muda
Banyaknya aksi bunuh diri yang dilakukan oleh remaja semakin meningkat. Terutama di Malang, yang notabene adalah Kota Pendidikan. Terakhir di jembatan Soekarno Hatta yang sudah terjadi beberapa kali. Kemudian di area jembatan cangar, yang sempat terekam seorang pemuda yang berdiri di pinggir jembatan.
Kasus seperti ini tentunya menjadi perhatian serius bagi kita semua. Genzi seringkali mendapatkan tekanan dari sekitarnya, dari media sosial, lingkungan, bahkan tak terkecuali dari orang tua. Stigma negatif juga seringkali disematkan kepada mereka sebagai generasi strawberry, generasi yang instan dan sebagainya. Terlebih hari ini mereka dihadapkan pada krisis multidimensi yang ada di depan mata. Diberitakan lebih dari 70 persen generasi muda kita mengalami depresi.
Namun dibalik sikap skeptis mereka, ternyata mereka menyimpan kepedulian terhadap kondisi bangsa ini. Aksi indonesia gelap, kemudian demonstrasi terkait mbg dan kopdes, juga kondisi penguasa yang tak bisa dibiarkan saja ternyata menyulut aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh genzi. Kita patut mengacungi jempol atas aksi mereka ini. Di tengah kondisi yang tak menentu, mereka masih mau mendengar jeritan suara rakyat. Kita masih punya harapan yang besar kepada mereka.
Juga dibalik sikap mereka yang juga ada kekurangan, tersimpan potensi yang besar untuk kebangkitan Islam. Mengingat di 2930 kita mengalami bonus demografi. Tentu ini menjadi kekuatan yang sangat besar di masa depan. Sehingga butuh upaya yang serius untuk mengarahkan genzi kepada solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai kemelut yang terjadi di negeri ini. Mereka perlu dipahamkan dengan Islam sebagai sebuah ideologi yang harusnya diemban oleh setiap muslim yang menginginkan perubahan hakiki. Hanya Islam yang mampu menjawab setiap persoalan yang terjadi. Yang akan mampu mengurai segala keruwetan yang terjadi. Karena Islam dengan aturannya bisa diterapkan agar menjadi peraturan yang sesuai dengan fitrah insani.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
