Puisi: Karma Cinta
Sastra | 2026-06-24 11:23:07Kau itu pengkhianat cinta
yang telah meninggalkanku seperti sampah
Kau itu pencundang cinta
yang telah melemparkanku seperti batu
Kau patahkan hatiku dengan tangan kosong
Hingga puaskan hasrat
ku menganggap kau lupa daratan
hingga karma cinta datang
seperti ribuan semut
Mereka merayap di luka lama
menggigit sunyi sepanjang malam kelam
kusesap pahit tanpa suara lagi
sebab kecewa tumbuh jadi dendam
Namun dendam tak pernah abadi
Ia lelah memikul bara hati
Sedikit demi sedikit luruh perlahan
Kini kusapu jejak langkahmu pergi
Dari halaman yang pernah bersemi
Biarlah angin membawa namamu jauh
Sedangkan aku belajar mencintai diri sendiri
Aprianus Gregorian Bahtera
Fakultas filsafat unwira
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
