Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Ahmad Dahlan

Pencegahan Stunting melalui Sistem Pra-Nikah

Lomba | 2026-06-22 14:53:03
Putri Nirmalasari, mahasiswa Program Studi Gizi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD). (Foto. Putri)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Putri Nirmalasari, mahasiswa Program Studi Gizi UAD, berhasil meraih Juara I Kategori Artikel Terbaik Subtema Kesehatan Kelas H sekaligus Juara I Kategori Presenter Terbaik Subtema Kesehatan Kelas H dalam sebuah kompetisi artikel ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaaan dan Alumni UAD.

Keberhasilan tersebut menjadi momen yang sangat berkesan bagi Putri. Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih dua penghargaan sekaligus di tengah persaingan yang ketat dari peserta-peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, rasanya campur aduk banget. Syukur, terharu, dan tidak menyangka. Menang di dua kategori sekaligus benar-benar di luar ekspektasi. Antara lega, bangga, dan tidak percaya karena lawan-lawannya juga keren-keren semua. Tapi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, diskusi tanpa henti, dan keberanian untuk tampil berbeda akhirnya membuahkan hasil yang manis,” ungkapnya.

Di balik kebahagiaan tersebut, Putri menyimpan rasa haru yang mendalam. Prestasi yang diraihnya merupakan impian yang selama ini diharapkan oleh kedua orang tuanya. “Prestasi ini seharusnya saya persembahkan untuk mama. Dulu setiap saya menang lomba dan mengabarkannya kepada mama, jawabannya selalu sama, ‘Besok kalau bisa juara satu ya.’ Sekarang saya sudah bisa meraih juara satu, tetapi mama sudah tidak ada di samping saya. Semoga dari sana mama bangga melihat anaknya akhirnya bisa meraih juara satu sesuai yang mama inginkan,” tuturnya.

Dalam kompetisi tersebut, Putri mengangkat karya berjudul “Pernikahan Dini dan Usia Ibu: Determinan Stunting yang Terabaikan.” Artikel tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap tingginya angka stunting di Indonesia yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan usia ibu saat melahirkan.

Inspirasi penulisan karya tersebut muncul dari kasus nyata yang ditemuinya mengenai seorang bayi di Nusa Tenggara Timur yang lahir dengan panjang badan di bawah standar, sementara sang ibu masih berusia 16 tahun. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan stunting tidak dapat dilepaskan dari fenomena pernikahan dini yang masih banyak terjadi di masyarakat.

Berbeda dari banyak kajian yang hanya menyoroti permasalahan, Putri berupaya menghadirkan solusi berbasis bukti ilmiah. Dalam artikelnya, ia menawarkan konsep integrasi pencegahan stunting ke dalam sistem pra-nikah melalui tiga terobosan utama, yakni skrining status gizi wajib bagi calon pengantin, kursus pra-nikah berbasis gizi dan kesehatan reproduksi yang disertai ujian kelulusan, serta penguatan peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai garda terdepan pencegahan stunting.

“Saya berharap gagasan intervensi hulu yang saya tawarkan tidak hanya berhenti sebagai tulisan di atas kertas, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan di masyarakat, terutama di daerah dengan angka pernikahan dini dan stunting yang masih tinggi. Semoga ide ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan BKKBN dalam menyusun kebijakan yang lebih holistik dan preventif,” jelasnya.

Putri juga berharap pendekatan berbasis bukti yang digunakannya dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak hanya mengkritisi persoalan yang ada, tetapi juga berani menawarkan solusi yang konkret, terukur, dan aplikatif.

Ia berpesan kepada mahasiswa agar tidak takut untuk memulai berkarya dan terus mengembangkan kemampuan diri. Menurutnya, setiap permasalahan yang ada di sekitar dapat menjadi peluang untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prestasi ini dipersembahkan Putri untuk almarhum mama dan papanya tercinta, keluarga, dosen pembimbingnya, Ibu Fairuz Khairunnisa Anasyua, S.Gz., M.Sc., serta UAD yang telah mendukung pengembangan potensi dan prestasi mahasiswa. (Mawar)

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image