Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Abdul Rosyid

Seni Berinteraksi di Media Sosial: Membongkar Rahasia Pikiran Kita Saat Mengetik Pesan

Edukasi | 2026-06-21 13:56:03

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana jemari Anda bergerak di atas layar ponsel pintar? Saat melihat unggahan foto kelulusan seorang teman lama, Anda mungkin secara refleks langsung mengetik, "Selamat ya! Sukses terus!" Namun, di hari yang lain, ketika melihat unggahan berita duka dari kerabat dekat, Anda mendadak terdiam. Anda menghapus ketikan berkali-kali, ragu-ragu memilih kata, dan membutuhkan waktu beberapa menit hanya untuk mengirimkan satu kalimat simpati yang dirasa paling tepat.

Mengapa respons kita bisa secepat kilat pada satu situasi, namun terasa amat berat dan memakan waktu pada situasi lainnya?

Fenomena digital sehari-hari ini dapat dijelaskan secara mendalam melalui Tradisi Sosiopsikologis dalam teori komunikasi. Tradisi ini berfokus pada bagaimana individu bertindak sebagai makhluk sosial dengan membedah sisi kognitifnya—yaitu bagaimana pikiran manusia memproses informasi, merencanakan strategi, hingga akhirnya menghasilkan sebuah pesan.

Ketika Otak Mengambil Alih: Procedural Records dan Unitized Assemblies

Di dalam tradisi sosiopsikologis, terdapat sebuah teori yang dikembangkan oleh John Greene bernama Teori Penyusunan Tindakan (Action Assembly Theory). Teori ini menguji bagaimana kita mengatur pengetahuan dalam pikiran untuk membentuk tindakan komunikatif.

Ketika kita memberikan komentar atau membalas pesan singkat di media sosial, otak kita mengandalkan apa yang disebut sebagai pengetahuan prosedural (procedural knowledge). Pengetahuan ini berisi memori tentang hubungan antara perilaku, situasi, dan akibat yang terus-menerus kita lakukan secara berulang.

 

  • Rekam Prosedural (Procedural Records) Hubungan-hubungan syaraf yang sering aktif ini lama-kelamaan akan berkelompok membentuk modul otomatis. Contohnya adalah kebiasaan menyapa "Hai, apa kabar?" saat bertemu orang. Di dunia maya, rekam prosedural ini mirip dengan refleks kita untuk langsung menekan tombol like ketika melihat konten yang menarik.
  • Kumpulan Unit (Unitized Assemblies) Ketika sekumpulan tindakan kognitif sudah sangat sering digunakan, mereka menjadi rutinitas terprogram yang membutuhkan sangat sedikit usaha pikiran. Mengetik ucapan ulang tahun standard seperti "HBD! Wish you all the best!" di kolom komentar adalah bentuk unitized assemblies. Pikiran kita tidak perlu bekerja keras karena seluruh polanya sudah tersedia dan siap pakai di dalam memori.

Mengapa Pesan Tertentu Terasa Lebih Berat?

Namun, media sosial tidak selalu berisi hal-hal yang repetitif. Tantangan komunikasi muncul ketika kita dihadapkan pada situasi yang kompleks dan tidak biasa—seperti contoh memberikan ucapan bela sungkawa secara tepat atau menyusun argumen dalam diskusi kelompok kerja.

Di sinilah proses kognitif kita mulai bekerja keras di "balik layar". Saat menghadapi situasi rumit, pikiran kita akan mengaktifkan berbagai jaringan informasi syaraf (disebut sebagai koalisi). Otak kita harus menyaring informasi mana yang relevan dan membiarkan informasi yang tidak relevan menghilang (decay) demi merancang sebuah rencana tindakan atau representasi keluaran (output representation).

Proses penyusunan tindakan pada situasi baru atau sensitif ini memakan waktu dan usaha kognitif yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, jeda waktu mengetik yang lama (typing... yang muncul di layar obrolan) menunjukkan bahwa seseorang sedang berjuang menyatukan prosedur pengetahuannya demi menghasilkan pesan yang paling adaptif dan minim risiko sosial.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image