Inggris, Krosia dan Kekacauan yang Menyenangkan
Olahraga | 2026-06-18 15:09:26
Sebelum Piala Dunia dimulai, Inggris sempat kehilangan perlengkapannya dalam perjalanan menuju Amerika.
Untung yang hilang cuma sepatu. Bukan kemampuan mencetak gol.
Melawan Kroasia dini hari tadi (18/6), Inggris membuka turnamen dengan cara yang sulit membuat penonton mengantuk. Skornya 4-2. Enam gol tercipta. Dua kali Kroasia menyamakan kedudukan. Dua kali pula Inggris kembali memimpin.
Pertandingan seperti ini mulai langka.
Di era ketika sepak bola semakin taktis dan hati-hati, banyak tim datang ke Piala Dunia dengan satu tujuan sederhana: jangan kalah dulu.
Portugal misalnya bermain aman dan berakhir imbang melawan Kongo. Tidak buruk. Tidak juga istimewa.
Inggris memilih jalan berbeda. Mereka menyerang.
Kroasia membalas. Inggris menyerang lagi.
Kroasia belum menyerah. Lalu pertandingan berubah menjadi tontonan yang membuat orang lupa melihat jam.
Harry Kane mencetak dua gol. Jude Bellingham menunjukkan mengapa banyak orang percaya ia akan menjadi wajah sepak bola Inggris dalam satu dekade ke depan. Marcus Rashford menutup malam dengan gol yang membuat pertandingan terasa selesai.
Yang menarik justru bukan jumlah golnya. Melainkan cara gol-gol itu lahir.
Tidak ada tim yang benar-benar bermain aman. Kroasia berani keluar menyerang. Inggris juga tidak menurunkan tempo meski sudah unggul. Akibatnya ruang terbuka di mana-mana.
Bagi pelatih, mungkin itu membuat jantung bekerja lebih keras. Bagi penonton, itu hiburan.
Kadang kita lupa bahwa sepak bola pertama-tama adalah tontonan. Orang membeli tiket bukan untuk melihat dua tim saling berhitung selama sembilan puluh menit. Mereka datang untuk merasakan ketegangan. Untuk berteriak. Untuk sesekali berdiri dari kursinya karena bola nyaris masuk.
Dan Inggris-Kroasia memberikan semua itu.
Mungkin bukan pertandingan terbaik secara taktik.
Mungkin bukan pertandingan paling rapi.
Tetapi sejauh ini, boleh jadi inilah laga paling hidup di Piala Dunia 2026.
Karena sepak bola pada akhirnya tidak selalu tentang siapa yang paling sempurna.
Kadang ia hanya tentang siapa yang berani membuat pertandingan tetap menarik.
Dan malam itu, Inggris dan Kroasia sama-sama melakukannya.
Sepatu boleh hilang. Untungnya, rasa ingin menyerang tidak ikut hilang.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
