BBM Hak Rakyat, Tanggung Jawab Negara
Politik | 2026-06-17 04:15:31
PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut membuat harga Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. BBC News Indonesia, 12/6/2026
Terjadi pro dan kontra pendapat berkaitan dengan kebijakan ini. Satu sisi mengatakan bahwa kebijakan kenaikan harga BBM hanya pada BBM non-subsidi, dan itu sudah melalui proses evaluasi dengan mempertimbangkan penyesuaian harga pasar dunia guna menjaga stabilitas anggaran negara. BBM subsidi juga dipastikan tidak naik hingga akhir tahun 2026, sehingga tidak akan mempengaruhi kondisi Masyarakat menengah ke bawah, serta pelaku usaha kecil tetap dapat menjalankan aktivitas tanpa terbebani biaya transportasi. Di sisi yang lain mengatakan bahwa kenaikan harga yang melambung lebih dari 30% tentulah berefek pada perekonomian rakyat baik secara langsung maupun tidak. Bagaimanapun, analis memperkirakan dengan kondisi harga kebutuhan saat ini yang juga serba naik, sementara pendapatan perbulan tetap atau bahkan mulai tergerus kondisi, ditambah disparitas yang tinggi dari kenaikan kedua BBM nonsubsidi ini akan membuat banyak orang akan beralih ke Pertalite sehingga berpotensi memicu kelangkaan, antrean panjang dan justru akan menambah tekanan pada APBN. Belum lagi mereka yang tetap terpaksa memakai pertamax demi menjaga mesin agar tetap prima, karena tidak mau mengambil resiko yang bisa memicu kerusakan jangka panjang sebab tidak semua mesin bisa memakai pertalite, sementara harga suku cadang juga sudah naik hingga 30%. Lagi-lagi imbasnya yang merasakan adalah rakyat.
Terlepas dari semua pro dan kontra tersebut, mengenai kebutuhan BBM pada dasarnya memang merupakan hak rakyat dalam pemenuhannya tanpa beban yang berat, dan tanggung jawab negara sebagai bentuk pengurusannya kepada rakyat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Sehingga rakyat terjamin akan kesejahteraan hidupnya. Sebagaimana sabda Rasul: “Seorang Pemimpin(kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Dalam Islam, minyak bumi telah Allah sediakan untuk hambaNya dengan memberikan ijin kepada mereka untuk memanfaaatkannya dalam menjalani kehidupannya di dunia. Karena minyak bumi termasuk dalam kepemilikan umum, maka pengelolaannya harus diserahkan kepada negara yang kemudian didistribusikan untuk dirasakan rakyat.
Indonesia termasuk negara kaya dari sisi sumber daya alam yang ada baik dari hasil hutannya, laut, emas, batubara, dll. Seandainya semua itu dikelola sendiri oleh negara tanpa campur tangan swasta dan asing yang notabenenya mereka adalah pelaku kapital yang tujuannya mengeruk keuntungan demi kepentingan kantong masing-masing, tentulah pemasukan APBN tidak akan pernah mengalami devisit karena ketergantungan hutang luar negeri dan rakyatpun akan terdampak imbas baiknya karena pajak bukan satu-satunya pendapatan utama bagi APBN. Indonesia juga termasuk negara yang tidak kurang akan bahan minyak mentah, menurut data Indonesia investmen.com tahun 2023 Indonesia bisa memproduksi minyak mentah 605ribu barrel perhari. (Indonesia investmen.com) Seandainya ini bisa dikelola sendiri oleh negara hingga menjadi BBM yang siap pakai, tentunya akan bisa memenuhi kebutuhan rakyat dengan harga seminimal mungkin sebatas pengganti biaya produksi dan distribusi atau bahkan bisa gratis, karena biaya operasional produksi ditanggung semua oleh negara dari APBN yang surplus. Dan juga karena rakyat itu bukanlah pasar bagi negara untuk menarik keuntungan dari mereka, bahkan justru negara wajib menjamin kesejahteraan rakyat yang berada dalam naungannya, sehingga solusi yang selalu diberikan oleh negara adalah bagaimana pemenuhan kebutuhan rakyat bisa tercapai tanpa harus menyengsarakan.
Dan kondisi di atas tidak akan pernah terwujud bahkan hanya sekedar angan-angan saja jika bukan dilaksanakan oleh seorang pemimpin yang Amanah yang hanya takut kepada Allah, memposisikan dirinya sebagai pelayan sekaligus pengurus rakyat. Dan jika bukan diterapkan oleh negara yang mengatur seluruh sistemnya dengan sistem yang sempurna yang diridhoi Allah, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat. Wallahu a’lam bishshowwab.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
