Edukasi Penggolongan Obat untuk Mendukung Penggunaan Obat yang Aman
Lainnnya | 2026-06-16 12:34:54
Pemahaman masyarakat mengenai penggolongan obat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan tepat. Kesalahan dalam mengenali jenis obat masih sering ditemukan di masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan penggunaan obat yang tidak sesuai dengan indikasi maupun aturan pakai. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan di Graha Bunder Asri, Kabupaten Gresik, pada 5 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai klasifikasi obat berdasarkan tingkat keamanan dan cara penggunaannya. Selain itu, edukasi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih teliti dalam memilih serta menggunakan obat untuk diri sendiri maupun anggota keluarga.
Edukasi Melalui Pendekatan Visual dan Interaktif
Penyampaian materi dilakukan dengan memanfaatkan media edukasi berupa papan klasifikasi obat, leaflet, serta contoh berbagai jenis obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media tersebut membantu peserta memahami materi melalui pengamatan secara langsung terhadap simbol, warna, dan penandaan yang terdapat pada kemasan obat.
Suasana kegiatan berlangsung komunikatif karena peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan dari mahasiswa, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan obat di rumah. Pendekatan ini membuat peserta lebih mudah menghubungkan materi yang disampaikan dengan kondisi yang mereka alami sehari-hari.
Mengenali Perbedaan Setiap Golongan Obat
Materi edukasi difokuskan pada pengenalan lima golongan obat, yaitu obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, psikotropika, dan narkotika. Mahasiswa menjelaskan karakteristik masing-masing golongan beserta simbol yang terdapat pada kemasan sehingga peserta dapat membedakan jenis obat yang dapat dibeli secara bebas dan obat yang penggunaannya memerlukan resep atau pengawasan tenaga kesehatan.
Selain membahas fungsi setiap golongan obat, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca informasi pada kemasan sebelum menggunakan obat. Penjelasan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari penggunaan obat yang tidak sesuai serta mengurangi risiko terjadinya efek samping akibat penggunaan yang kurang tepat.
Penyimpanan Obat Menjadi Topik yang Banyak Ditanyakan
Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah diskusi mengenai penyimpanan obat di rumah. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa mereka masih sering menyimpan obat yang telah dibuka tanpa mengetahui batas waktu penggunaannya.
Menanggapi hal tersebut, tim mahasiswa menjelaskan bahwa setiap jenis obat memiliki ketentuan penyimpanan yang berbeda. Obat sirup dapat digunakan selama kualitasnya masih baik, belum melewati masa kedaluwarsa, dan disimpan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Sementara itu, obat tetes mata memiliki masa penggunaan yang lebih terbatas setelah kemasan dibuka karena berisiko mengalami kontaminasi. Oleh sebab itu, masyarakat dianjurkan untuk selalu memperhatikan petunjuk penggunaan dan penyimpanan agar keamanan serta efektivitas obat tetap terjaga.
Membangun Kesadaran Penggunaan Obat yang Bertanggung Jawab
Pelaksanaan edukasi mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Keaktifan peserta dalam bertanya dan berdiskusi menunjukkan tingginya minat untuk memperoleh informasi mengenai penggunaan obat yang benar.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali penggolongan obat, mematuhi aturan penggunaan, serta menyimpan obat sesuai ketentuan. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu mendukung penggunaan obat yang lebih rasional sehingga dapat meningkatkan keamanan dalam swamedikasi di lingkungan keluarga dan mencegah terjadinya kesalahan penggunaan obat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
