Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ayuri Widhia Ningrum

Ketika Ibadah Meninggalkan Luka bagi Sungai

Info Terkini | 2026-06-11 08:10:07

Setiap tahun, Idul Adha menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Jutaan masyarakat muslim merayakan Idul Adha dengan penuh khidmat. Tetapi di hari yang sama, limbah organik seperti rumen, darah, dan sisa jeroan dari ratusan ribu hewan kurban berakhir di tempat yang tidak seharusnya. Banyak masyarakat yang memilih jalan yang yang dianggap mudah dengan membuangnya langsung ke sungai dan selokan sekitar lokasi kurban. Tanpa disadari, hal tersebut justru menimbulkan dampak yang jauh lebih serius dari yang kita duga.

Berdasarkan golongan limbah, limbah rumen, darah hewan, dan sisa jeroan termasuk ke dalam limbah organik yang memiliki kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang sangat tinggi. Ketika limbah organik tersebut masuk ke dalam air, bakteri pengurai akan mengonsumsi oksigen terlarut secara masif untuk memecah material organik tersebut. Hal ini membuat kadar oksigen turun secara drastis atau berada dalam kondisi anoksik yang bisa menyebabkan kematian massal biota perairan dan memicu penguraian anaerob yang menghasilkan gas hidrogen sulfida serta amonia dengan konsentrasi yang berbahaya. Hal tersebut menimbulkan dampak yang bukan hanya sekadar bau yang mengganggu beberapa hari, tapi membutuhkan waktu berminggu-minggu bagi ekosistem sungai untuk pulih kembali.

Merespons persoalan tersebut, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di berbagai kota telah mengeluarkan imbauan resmi tentang tata cara pengelolaan limbah hewan kurban yang benar. Misalnya DLH di kota pahlawan Surabaya, yang secara aktif melakukan sosialisasi terkait prosedur pembuangan limbah hewan kurban agar tidak dibuang sembarangan terutama ke sungai dan selokan. Masyarakat dan panitia kurban diimbau untuk mengemas limbah ke dalam karung dan mengikatnya agar tidak berserakan saat pengangkutan, selanjutnya warga atau panitia kurban dapat menghubungi DLH agar dapat segera dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). DLH Surabaya memperkuat pengawasan kepada masyarakat dengan membagi wilayah pemantauan dengan dibantu oleh Satpol PP Surabaya serta menindaklanjuti masyarakat yang nekat melakukan pelanggaran dengan hukum yang berlaku.

Patroli Pemerintah Kota Surabaya di hari Idul Adha, Gambar: Humas Pemkot Surabaya

Imbauan dari pemerintah bukan sekadar formalitas biasa. Apabila prosedur yang disampaikan dapat dipatuhi secara kolektif, dampak nyata akan terasa bagi kita sebagai masyarakat seperti kualitas air sungai yang tetap terjaga, terhindar dari penyebaran penyakit, hingga membantu memudahkan pemerintah dalam upaya merawat kota. Sebaliknya, ketika imbauan tersebut diabaikan, beban pencemaran tidak hanya ditanggung oleh sungai saja, tapi seluruh masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai, termasuk mereka yang mungkin tidak terlibat sama sekali dalam kegiatan penyembelihan.

Kurban adalah tentang kepedulian, bukan hanya kepada sesama, tapi juga kepada alam sebagai tempat kita hidup. Pengelolaan limbah kurban sejatinya bukan beban yang harus ditanggung sendirian, tapi sebagai masyarakat sudah seharusnya saling bahu-membahu. Pemerintah telah menyediakan fasilitas, mengatur, dan menyosialisasikan prosedur yang benar. Kini giliran kita sebagai masyarakat untuk melakukan tugas yang semestinya. Cukup dengan kesadaran kecil yang kita jaga bersama karena kurban yang bermakna adalah kurban yang tidak meninggalkan luka, baik bagi sesama maupun bagi bumi yang kita tinggali.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image