Puisi: Kenikmatan Secangkir Kopi di Bawah Pohon
Sastra | 2026-06-09 16:14:44di bawah pohon
Terik itu sangat menyengat
Panasnya seperti membakar tubuh.
Keringat tampak mulai mengucur
Dan semakin bercucuran.
Kita ini mahluk bisa apa.
Selain mencari tempat berlindung
Ternyata masih ada.
Kulihat dari kejauhan ada pohon yang rindang.
Lalu ku buat secangkir kopi.
Dan aku datang menghampiri
Alangkah sejuk duduk di bawah pohon.
Sambil belajar ku cari inspirasi.
Aku sadar dunia ini luas.
Penuh dengan berbagai macam mahluk.
Penuh argumen
Juga beragam pikiran.
Namun jangan berpikir kau tak punya teman.
Karena masih banyak di luar sana
yang hari ini sedang menangis.
Kamu beruntung
Semoga dijauhkan jauhkan
dari rasa-rasa yang sulit
Aprianus Gregorian Bahtera
Mah fakultas filsafat universitas Widya Mandira Kupang
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
