Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Marketing DT Peduli 2

Akhirnya Rasakan Daging Qurban Setelah Tiga Tahun Menanti

Filantropi | 2026-06-09 16:14:27
Kebahagiaan Anak-anak di Dusun Duo, Desa Serdang, Kab. Ogan Komering Ilir saat mendapat daging qurban (Sumber: DT Peduli)

PALEMBANG - Bagi sebagian besar masyarakat, daging qurban menjadi hidangan yang hampir pasti hadir di rumah setiap Iduladha. Tetapi tidak demikian halnya dengan warga Dusun Duo, Desa Serdang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Selama tiga tahun terakhir, momen Idul Adha berlalu di dusun ini tanpa kehadiran daging qurban di meja makan warga.

Kebahagiaan Warga Dusun Duo, Desa Serdang setelah 3 tahun menanti adanya qurban (Sumber: DT Peduli)

Hingga akhirnya pada Jumat (29/5/2026), tim relawan DT Peduli Sumatera Selatan (Sumsel) menyalurkan amanah qurban dari para muqarib kepada warga Dusun Duo. Sebanyak 100 paket daging qurban dibagikan kepada 91 kepala keluarga yang selama ini menanti datangnya momen tersebut.

Terisolir Jalur Air

Dusun Duo adalah salah satu wilayah yang relatif terisolir di Kabupaten OKI. Akses menuju ke lokasi tidak bisa ditempuh hanya melalui jalan darat. Warga dan tim relawan harus melanjutkan perjalanan air dengan menggunakan perahu getek untuk bisa sampai ke dusun ini. Kondisi geografis inilah yang sebagian besar menjelaskan mengapa selama tiga tahun terakhir, ibadah qurban tidak sampai ke sana.

Perjalanan tim DT Peduli pun bukan perjalanan singkat. Setelah menempuh jalur darat dari Palembang, tim melanjutkan perjalanan menggunakan tiga unit perahu getek yang membelah air sungai di wilayah OKI.

Tim DT Peduli Sumsel menggunakan perahu "getek" untuk menjangkau ke lokasi Dusun Duo, Ds. Serdang, Kec. OKI (Sumber: DT Peduli)

Total, proses penyaluran berlangsung dari pukul setengah satu siang hingga pukul setengah enam sore, sekitar lima jam yang dijalani dengan satu tujuan, yakni memastikan amanah qurban sampai ke tangan saudara-saudara yang sudah menunggu cukup lama.

Lokasi Dusun Duo menjadi target utama penyaluran tahun ini, setelah tim DT Peduli melakukan survei sebulan sebelumnya. Hasil survei itulah yang menggerakkan tim untuk memprioritaskan dusun ini, demi memastikan bahwa amanah para muqarib bisa sampai ke titik yang paling membutuhkan.

Kepala Kantor DT Peduli Sumsel, Joni Susanto, menyampaikan rasa syukurnya atas tersalurkannya amanah ke Dusun Duo. Ia berharap kehadiran tim hari itu menjadi jalan kebahagiaan dan kebermanfaatan bagi warga.

"Alhamdulillah, kami hadir di sini untuk menjadi jalan para muqarib. Harapannya, dengan kehadiran kami di sini, masyarakat Dusun Duo merasakan kebahagiaan dan kebermanfaatan. Semoga para muqarib diberikan rezeki berkah melimpah dan insyaa Allah kebaikan yang terus mengalir dunia akhirat," ungkapnya.

Warga menyambut kehadiran tim DT Peduli dengan rasa syukur yang dalam. Topan, perwakilan Kepala Dusun (Kadus) Duo, menyampaikan ucapan terima kasih atas tersalurkannya amanah qurban di kampungnya.

"Saya mewakili Kadus dari Dusun Duo. Dalam hal ini kami mengucapkan terima kasih kepada para muqarib DT Peduli yang telah menyalurkan qurbannya di dusun kami, yang mana selama tiga tahun ini kami belum mendapatkannya. Qurban ini kami terima dengan rasa syukur dan bahagia. Semoga para relawan dan muqarib diberikan kesehatan, berkah, dan dilimpahkan rezeki," ungkapnya.

Titik Temu Amanah Muqarib

Penyaluran qurban di Dusun Duo ini juga menjadi titik temu beberapa amanah dari mitra-mitra DT Peduli. Selain dari para muqarib individu, amanah qurban yang disalurkan di lokasi ini juga merupakan kepercayaan dari mitra korporasi, di antaranya MTTG Telkom, Kitabisa, dan AmalSholeh.com.

Tim DT Peduli Sumsel menggunakan perahu "getek" untuk menjangkau ke lokasi Dusun Duo, Ds. Serdang, Kec. OKI (Sumber: DT Peduli)

Melalui Program Qurban Impact, Joni menegaskan, DT Peduli berikhtiar memastikan amanah qurban sampai hingga ke daerah-daerah yang paling sulit dijangkau, termasuk dusun-dusun yang harus diseberangi sungai untuk bisa mencapainya. (Agus ID)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image