Ramai tapi Damai: Cara Warga Ketawanggede Hidupkan Pancasila Tiap Hari
Humaniora | 2026-06-03 13:23:05Ketawanggede merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Malang. Kecamatan ini memiliki kegiatan rutin yang dapat membangun tali kekeluargaan antar sesama warga. Setiap minggunya, mereka hadir untuk satu kata bermakna yaitu gotong royong. Sapu lidi, sekop, dan kantong sampah menjadi saksi bisu bahwa kegiatan ini dapat membangun rasa saling menghargai tanpa mengenal jabatan, agama, dan juga suku.
Kegiatan seperti ini terlihat biasa, tetapi hangat bagi yang melihatnya, terkhusus bagi lima mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas brawijaya yang melakukan penelitian di wilayah tersebut menjadi bukti hidup dari nilai-nilai yang selama ini lebih sering dihafal daripada diamalkan.
"Indonesia memiliki keberagaman yang luar biasa. Justru di sinilah Pancasila diuji — bukan di atas kertas, melainkan di tengah-tengah kehidupan sehari-hari masyarakatnya."
Indonesia adalah negara yang memiliki ratusan suku bangsa, bahasa, dan keyakinan. Indonesia selalu memiliki tantangan besar dalam menghadapi perbedaan antar budaya dan kulturnya. Perbedaan latar belakang, baik sosial, ekonomi, maupun agama kerap menjadi titik awal perpecahan ketika tidak dapat diimbangi oleh sikap saling menghargai. Kecamatan Ketawanggede dapat membuktikan bahwa kegiatan gotong royong yang mereka lakukan setiap minggu dapat menjadi titik awal untuk saling mengenal perbedaan antar warga dan menjadi cermin kecil dari tantangan besar yang dapat dihadapi Indonesia secara hangat.
“Kalau ada yang butuh ya kami bantu, nggak peduli agamanya apa atau darimana, tapi pasti nggak semuanya aktif.” Kata Pak Tukiman kepada kami, mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem.
Pak Tukiman mengaku bahwa warga setempat siap membantu warga yang memang membutuhkan pertolongan tanpa membedakan apapun bentuk derajat sosialnya. Walaupun dalam wawancara tersebut pak tukiman mengatakan bahwa ada sebagian warga yang kurang aktif dalam mengikuti kegiatan mingguan tersebut. Penyebab hal tersebut bisa dari umur warga yang sudah lanjut usia atau kegiatan warga yang tidak dapat dikendalikan.
Meski ada sebagian warga yang tidak aktif, warga yang sudah melakukan kegiatan gotong royong tersebut sudah membuktikan bahwa perbedaan antar warga dapat menjadi suatu kekuatan yang dapat meningkatkan tali persaudaraan dan membuktikan bahwa masalah perbedaan di Indonesia dapat ditangani melalui satu titik awal yang sederhana yaitu kegiatan gotong royong untuk menjaga keasrian lingkungan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
