Cerdas Mengenal Obat Bahan Alam Bersama Mahasiswa Keperawatan UNAIR
Update | 2026-06-01 11:14:48
Mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai penggolongan Obat Bahan Alam (OBA) pada tanggal 19 April 2026 di lingkungan RW 11 Perumahan Graha Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat bahan alam yang aman, tepat, dan rasional. Program ini merupakan bagian dari project pembelajaran mata kuliah Farmakologi dengan dosen pengampu Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep.
Kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok 4 GR-2B yang beranggotakan Alicia Desyifa Ardianti, Arya Prajna Dharma, Aurellia Elviana, Gracela Yolanda Sitanggang, Nabila Astuti Khairani, Najwa Salsabila, dan Meida Aulia Lukmana.
Materi Penyuluhan
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai penggolongan Obat Bahan Alam (OBA) yang terdiri atas jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Materi yang disampaikan mencakup pengertian masing-masing golongan, manfaat, tingkat keamanan, serta dasar pembuktian ilmiah yang membedakan setiap jenis obat bahan alam tersebut.
Peserta diberikan pemahaman bahwa jamu merupakan obat tradisional yang khasiat dan keamanannya didasarkan pada pengalaman penggunaan secara turun-temurun. Selanjutnya, Obat Herbal Terstandar (OHT) dijelaskan sebagai produk herbal yang telah melalui proses standardisasi bahan baku dan uji praklinis. Adapun fitofarmaka merupakan golongan tertinggi obat bahan alam karena telah melalui uji klinis pada manusia sehingga manfaat dan keamanannya terbukti secara ilmiah.
Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai pentingnya memilih produk herbal yang telah memiliki izin edar resmi dari BPOM. Pemateri menjelaskan bahwa produk herbal tetap harus digunakan sesuai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan serta tidak selalu bebas dari risiko efek samping. Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap produk yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) dan selalu memeriksa informasi yang tertera pada kemasan sebelum digunakan.
Metode dan Media Edukasi
Penyuluhan diikuti oleh 15 orang ibu-ibu PKK dan berlangsung secara aktif serta interaktif. Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai penggolongan Obat Bahan Alam. Selanjutnya, materi disampaikan melalui metode ceramah, demonstrasi, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat memahami informasi yang diberikan dengan lebih mudah.
Media edukasi yang digunakan berupa papan obat, produk contoh obat bahan alam, leaflet, serta gambar logo resmi penggolongan Obat Bahan Alam (OBA). Pada sesi demonstrasi, peserta diperkenalkan secara langsung dengan berbagai contoh jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Pemateri menjelaskan cara mengenali logo masing-masing golongan pada kemasan produk, yaitu logo jamu yang berupa gambar ranting dan daun berwarna hijau dalam lingkaran, logo Obat Herbal Terstandar (OHT) yang berupa tiga bintang berwarna hijau dalam lingkaran, serta logo fitofarmaka yang berupa gambar serpihan salju (snowflake) berwarna hijau dalam lingkaran. Melalui pengenalan logo tersebut, peserta dapat lebih mudah membedakan tingkat pembuktian ilmiah dan keamanan dari setiap golongan obat bahan alam. Peserta juga diajarkan cara memahami informasi pada kemasan, memeriksa izin edar, serta mengetahui tata cara penyimpanan yang benar agar kualitas produk tetap terjaga. Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta kembali mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi kegiatan penyuluhan.
Evaluasi dan Dampak Kegiatan
Kegiatan edukasi ini memberikan hasil yang positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan nilai dari 81,1% pada pre-test menjadi 98,6% pada post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai penggolongan obat bahan alam serta penggunaannya yang tepat dan aman.
Selain peningkatan nilai, antusiasme peserta juga terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai keamanan penggunaan obat herbal, cara memilih produk yang tepat, serta penggunaan obat bahan alam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami perbedaan antara jamu, Obat Herbal Terstandar, dan fitofarmaka sehingga mampu memilih produk herbal secara lebih bijak. Ibu-ibu PKK juga diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam lingkungan keluarga dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat bahan alam yang aman, tepat, dan rasional.
Penulis: Alicia Desyifa Ardianti
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
