Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Syarifah Aini

Pentingnya Literasi Gizi untuk Mencegah Stunting Sejak Dini

Pendidikan | 2026-06-01 09:15:09

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Dampaknya tidak hanya membuat tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan teman seusianya, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui peningkatan pemahaman tentang gizi seimbang.


Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui literasi gizi. Literasi gizi merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, memilih, dan menerapkan informasi tentang makanan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki literasi gizi yang baik, seseorang dapat lebih bijak dalam menentukan makanan yang dikonsumsi sehingga kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi dengan baik.


Remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), merupakan kelompok yang penting untuk mendapatkan edukasi mengenai gizi. Pada usia ini, mereka mulai memiliki kebebasan dalam memilih makanan sendiri, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Namun, banyak remaja yang masih lebih memilih makanan cepat saji atau jajanan yang kurang bergizi karena lebih menarik dan mudah didapat. Jika kebiasaan ini terus berlangsung, risiko terjadinya masalah gizi di masa depan akan semakin besar.


Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Andalas melalui Project Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kewarganegaraan melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Cerdas Memilih, Sehat Menabung Masa Depan: Sosialisasi Literasi Gizi untuk Mencegah Stunting Sejak Usia Sekolah” di SMP Negeri 14 Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya gizi seimbang serta upaya pencegahan stunting.


Selama kegiatan berlangsung, siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian stunting, penyebab, dampak, serta cara pencegahannya melalui pola makan sehat dan bergizi. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, permainan edukatif, serta pemberian hadiah bagi siswa yang aktif berpartisipasi.


Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi dilaksanakan, sebagian besar siswa hanya mengetahui bahwa stunting berkaitan dengan tinggi badan yang pendek. Namun, mereka belum memahami penyebab dan dampak jangka panjangnya. Setelah mengikuti sosialisasi, siswa mampu menjelaskan kembali pengertian stunting, pentingnya gizi seimbang, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai isu gizi dan kesehatan.


Lebih dari sekadar menambah pengetahuan, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran siswa untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menjadi lebih memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia muda. Kesadaran ini sangat penting karena generasi muda memiliki peran besar dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Melalui kegiatan sosialisasi literasi gizi, diharapkan semakin banyak remaja yang memahami pentingnya menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga tercipta generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image