Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image AHMAD DEAS SYAHPUTRA

Fenomena Second Account Sosial Media

Gaya Hidup | 2026-05-28 20:15:35

Oleh Ahmad Deas Syahputra,

Dr.Rachmat Mulyono,M.Si,Psikolog

Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Media sosial kini tidak hanya digunakan sebagai sarana berbagi informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan identitas diri. Salah satu fenomena yang berkembang di media sosial adalah penggunaan second account atau akun kedua pada platform seperti Instagram dan X. Berbeda dengan akun utama yang biasanya digunakan untuk membangun citra sosial, second account cenderung digunakan sebagai ruang pribadi untuk mengekspresikan pikiran, emosi, dan pengalaman secara lebih bebas.

Fenomena ini menarik dikaji dalam perspektif psikologi karena menunjukkan adanya perbedaan perilaku individu di dunia nyata dan dunia digital. Banyak pengguna yang merasa lebih nyaman mengungkapkan perasaan melalui akun kedua dibandingkan secara langsung kepada orang lain. Menurut Supratiknya (1995), keterbukaan diri (self-disclosure) merupakan salah satu aspek penting dalam komunikasi interpersonal karena dapat membantu individu merasa diterima dan dipahami oleh lingkungan sosialnya.

Selain itu, media sosial juga memberikan rasa aman bagi individu untuk mengekspresikan dirinya. Rakhmat (2018) menjelaskan bahwa komunikasi melalui media dapat mempengaruhi cara individu menampilkan identitas dirinya di hadapan orang lain. Dalam konteks akun kedua, pengguna cenderung lebih terbuka karena merasa tidak terlalu terikat dengan tuntutan citra sosial seperti pada akun utama. Berdasarkan fenomena tersebut, artikel ini membahas bagaimana akun kedua menjadi media pengungkapan diri serta faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku tersebut.

Fenomena Second Account di Media Sosial

Akun kedua merupakan akun media sosial tambahan yang dibuat seseorang selain akun utama. Akun ini biasanya bersifat pribadi dan hanya diikuti oleh orang-orang tertentu yang dirasa dekat dan dapat dipercaya. Pengguna akun kedua cenderung merasa lebih bebas untuk mengunggah isi pikiran, emosi, mengungkapkan isi hati, maupun aktivitas sehari-hari tanpa tekanan untuk mempertahankan citra tertentu.

Penelitian yang dilakukan oleh Prihantoro dkk. (2020) menunjukkan bahwa akun kedua digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri secara lebih jujur karena pengguna merasa lebih aman dan nyaman dibandingkan ketika menggunakan akun utama. Pengguna akun kedua umumnya tidak terlalu memikirkan penilaian sosial sehingga lebih leluasa dalam menyampaikan perasaan maupun pendapat pribadi. Pada akun utama, individu sering kali berusaha menampilkan sisi terbaik dirinya demi memperoleh penilaian positif dari lingkungan sosial. Menurut Rakhmat (2018), individu memiliki kecenderungan untuk membentuk citra diri tertentu dalam proses komunikasi sosial agar memperoleh penerimaan dari masyarakat.

Tinjauan Psikologis

· Pengungkapan Diri

Keterbukaan diri merupakan proses mengungkapkan informasi pribadi kepada orang lain. Dalam komunikasi interpersonal, keterbukaan diri dapat membantu individu merasa lebih lega secara emosional dan memperkuat hubungan sosial. Menurut Supratiknya (1995), keterbukaan diri lebih mudah dilakukan ketika individu memiliki rasa percaya terhadap lingkungannya.

Dalam konteks akun kedua, pengguna merasa lebih nyaman melakukan pengungkapan diri karena akun tersebut dianggap sebagai ruang aman yang hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu.Melalui akun kedua, individu dapat membagikan perasaan sedih, kecewa, marah, ataupun keresahan pribadi tanpa rasa takut memperoleh penilaian negatif dari khalayak luas.

· Konsep Diri dan Identitas Sosial

Menurut Sarwono (2015), perilaku individu dapat berubah sesuai dengan situasi sosial yang dihadapinya. Pada akun utama, seseorang cenderung membangun citra ideal agar diterima oleh lingkungan sosial. Sebaliknya, pada akun kedua individu yang lebih berani menunjukkan identitas asli yang mungkin sulit ditampilkan secara terbuka dalam kehidupan nyata.

Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan antara “diri sosial” dan “diri pribadi” dalam kehidupan digital. Kehadiran akun kedua sisi sarana menjadi bagi individu untuk mengekspresikan dirinya yang lebih otentik tanpa harus takut akan penilaian sekitar.

Dampak Penggunaan Rekening Kedua

Fenomena second account memiliki dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya adalah pengguna memiliki ruang untuk mengekspresikan emosi dan mengurangi tekanan psikologis. Individu juga dapat merasa lebih paham ketika mendapat respon dari orang-orang terdekatnya.

Namun, penggunaan second account juga dapat menimbulkan dampak negatif. Individu dapat menjadi terlalu bergantung pada validasi sosial di media digital. Selain itu, adanya dua identitas yang berbeda di media sosial dapat menyebabkan konflik identitas dan ketidaknyamanan psikologis.

Kesimpulannya adalah Fenomena second account menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan psikologis individu. Akun kedua digunakan sebagai ruang aman untuk melakukan pengungkapan diri dan mengekspresikan diri secara lebih bebas dibandingkan akun utama.

Melalui pendekatan psikologi komunikasi dan psikologi sosial, dapat dipahami bahwa second account menjadi media bagi individu untuk menunjukkan sisi dirinya yang lebih autentik. Oleh karena itu, fenomena second account tidak hanya menjadi tren media sosial, tetapi juga mencerminkan dinamika psikologis manusia di era digital.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image