Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Luqy El Dayyan

Mengapa Novel Pada Sebuah Kapal Karya Nh. Dini Tetap Menarik Dibaca Hari Ini?

Sastra | 2026-05-26 20:04:02
Novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini. (Sumber: Gramedia Pustaka Utama)

Bagi pencinta sastra Indonesia, nama NH. Dini tentu sudah tidak bernyanyi lagi. Salah satu mahakaryanya yang paling sering diperbincangkan adalah novel “Pada Sebuah Kapal” yang terbit pertama kali pada tahun 1973. Meskipun ditulis puluhan tahun lalu, novel ini memiliki daya tarik yang tidak pernah pudar dan tetap terasa relevan dengan kehidupan modern.

Jika kamu baru mulai membaca atau baru menyelesaikan bab beberapa awal, kamu akan langsung merasakan betapa kuatnya karakterisasi dan emosi yang dibangun oleh NH. Dini. Lalu, apa sebenarnya yang membuat novel ini begitu istimewa dan tetap menarik untuk dibaca hingga sekarang?

1. Suara Perempuan yang Berani dan Jujur

Novel ini berpusat pada tokoh Sri, seorang perempuan Jawa yang berprofesi sebagai penari. Melalui Sri, NH. Dini dengan sangat berani mewakili isi hati, kegelisahan dan tuntutan seorang perempuan atas kebahagiaannya sendiri. Pada masa novel ini ditulis (era 1960-an), budaya patriarki masih sangat kental, dan perempuan sering kali dituntut untuk selalu mengalah atau nrimo dalam segala situasi. Namun, Sri hadir sebagai tokoh yang jujur pada perasaannya. Ia berani membayangkan arti pernikahan, kebebasan diri, dan hak untuk dicintai secara terhormat.

2. Penggambaran Konflik Rumah Tangga yang Realistis

Cerita mulai bergerak dinamis ketika Sri menikah dengan seorang asal Prancis bernama Charles Vincent dan pindah ke luar negeri. Di bawah kemahiran NH. Dini terlihat. Beliau tidak menyajikan kisah romantis yang penuh keindahan, melainkan gambaran pernikahan yang penuh benturan realitas mulai dari perbedaan budaya, ego masing-masing tokoh, hingga komunikasi yang hambar. Konflik emosional yang dialami Sri terasa sangat manusiawi dan dekat dengan realita kehidupan banyak orang, membuat pembaca mudah bersimpati pada apa yang ia rasakan.

3. Latar Kapal yang Penuh Nuansa Puitis

Sesuai dengan judulnya, bagian menarik dari novel ini terjadi ketika Sri melakukan perjalanan dengan sebuah pariwisata menuju Eropa (Prancis). Di atas kapal inilah, Sri bertemu dengan Michel, seorang perwira kapal yang juga menyimpan kehidupan hidupnya sendiri. NH. Dini dengan sangat apik menggunakan latar kapal dan samudra luas sebagai simbol transisi. Di atas kapal yang bergerak menjauh dari daratan, para tokohnya seolah-olah mendapatkan ruang jeda untuk sejenak lepas dari rutinitas, aturan sosial yang kaku dan beban hidup mereka di darat.

4. Sebuah Karya yang Mengajak Kita Merenung

Membaca novel "Pada Sebuah Kapal" bukan sekadar menikmati jalinan cerita romansa biasa. Novel ini mengajak kita untuk memikirkan kembali artikel sebuah komitmen, pentingnya menghargai pasangan dan bagaimana seorang perempuan berjuang menemukan identitas dan kemandiriannya di tengah dunia yang didominasi laki-laki.

Bagi kamu yang sedang membaca buku ini, nikmatilah setiap lembar proses pencarian jati diri yang dialami oleh Sri. Gaya bahasa NH. Dini yang mengalir dan penuh perasaan dijamin akan membuat beta membalik halaman demi halaman hingga selesai.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image