Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Cahyo

Kecil, Tapi Penyelamat: Mengapa Senter HP Sangat Penting Saat Menyeberang Jalan di Malam Hari

Teknologi | 2026-05-26 19:34:35

Oleh: Muhammad Yahya Ayyash (42404006) Prodi Hukum Ekonomi Syariah – Institut Agama Islam SEBI

Menyeberang jalan raya pada malam hari sering kali menjadi aktivitas yang penuh risiko, terutama di kota-kota besar dengan kondisi lalu lintas yang padat. Minimnya penerangan jalan, warna aspal yang gelap, serta kaca film kendaraan yang pekat membuat keberadaan pejalan kaki sulit terlihat oleh pengendara. Dalam situasi seperti ini, fitur sederhana pada smartphone, yaitu senter atau flashlight, dapat menjadi alat keselamatan yang sangat penting.

Mengaktifkan senter HP saat menyeberang jalan di malam hari bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga keselamatan diri. Cahaya dari senter mampu meningkatkan visibilitas pejalan kaki sehingga lebih mudah dikenali oleh pengemudi kendaraan dari kejauhan.

Pada malam hari, kemampuan penglihatan manusia menjadi terbatas. Ketika seseorang mengenakan pakaian berwarna gelap seperti hitam atau navy, tubuhnya cenderung menyatu dengan kondisi jalan yang minim cahaya. Akibatnya, pengemudi sering terlambat menyadari keberadaan pejalan kaki di depan mereka. Dengan menyalakan senter HP dan mengarahkannya ke aspal atau sedikit ke depan tubuh, pejalan kaki dapat memberikan tanda visual yang jelas kepada pengendara bahwa ada seseorang yang sedang melintas di jalan.

Selain membantu meningkatkan visibilitas, cahaya senter juga memberikan waktu reaksi yang sangat berharga bagi pengemudi kendaraan. Kendaraan yang melaju dengan kecepatan tertentu membutuhkan jarak beberapa meter untuk berhenti secara aman setelah rem diinjak. Jika pengemudi baru melihat pejalan kaki dalam jarak yang terlalu dekat, risiko tabrakan akan sulit dihindari. Sebaliknya, cahaya dari senter HP dapat terlihat dari jarak yang lebih jauh sehingga pengemudi memiliki cukup waktu untuk memperlambat kendaraan mereka.

Manfaat lain dari penggunaan senter HP adalah membantu pejalan kaki melihat kondisi jalan di sekitarnya. Jalan yang berlubang, genangan air, kerikil, atau trotoar yang rusak sering kali sulit terlihat pada malam hari. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang tersandung atau terpeleset ketika menyeberang jalan. Dengan bantuan cahaya senter, pejalan kaki dapat lebih waspada terhadap berbagai hambatan di depannya.

Di tengah lalu lintas yang ramai, lampu kendaraan dari arah berlawanan juga sering menimbulkan efek silau atau glare pada pengemudi. Kondisi ini dapat menciptakan titik buta sesaat yang membuat pejalan kaki sulit terlihat. Kehadiran cahaya dari senter HP membantu pengemudi mengenali keberadaan pejalan kaki meskipun pandangan mereka terganggu oleh sorot lampu kendaraan lain.

Namun demikian, penggunaan senter HP harus dilakukan dengan bijak. Pejalan kaki sebaiknya tidak menyorotkan cahaya langsung ke mata pengemudi karena dapat menyebabkan silau dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Cara yang lebih aman adalah mengarahkan cahaya ke bawah, menuju aspal di depan kaki, atau menggerakkannya perlahan ke samping bawah agar tetap terlihat tanpa mengganggu pandangan pengendara.

Selain itu, fokus saat menyeberang jalan tetap menjadi hal utama. Penggunaan earphone atau bermain ponsel saat berjalan sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi konsentrasi terhadap kondisi lalu lintas di sekitar. Mata dan perhatian harus tetap tertuju pada kendaraan yang melintas agar keselamatan tetap terjaga.

Pada akhirnya, menyalakan senter HP hanyalah tindakan sederhana yang membutuhkan waktu beberapa detik, tetapi manfaatnya sangat besar dalam mencegah kecelakaan. Kebiasaan kecil ini dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki di malam hari. Saat berada di jalan raya yang gelap, lebih baik terlihat jelas dan aman daripada tidak terlihat sama sekali oleh pengguna jalan lainnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image