Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Frila Wahyuni Muliyasari

Refleksi Peringatan Nakba

Sejarah | 2026-05-24 10:13:22

Tangisan itu masih terus terdengar dari anak-anak yang terpisah dari orang tuanya dan tanpa tempat tinggal di tanah kelahiran mereka Palestina yang sudah terjajah 78 tahun sejak 15 mei 1948 entitas Yahudi Laknatullah merebut paksa sejengkal demi sejengkal tanah Palestina dengan bantuan dan dukungan Inggris.

Keadaan saudara muslim kita di Palestina masih terus berjuang melawan segala bentuk penindasan, pengusiran dan penjajahan hingga detik ini ditengah diamnya para pemimpin muslim dunia.

Tragedi Nakba bukan sedar sejarah masa lalu tetapi justru awal dari tragedi yang menjadi siklus kekerasan dan perampasan hak yang terus berlangsung dan semakin meluas di seluruh tanah palestina hingga kini. Terus menerus berlanjutnya penjajahan di Palestina adalah potret kegagalan sistem yang sedang tegak dalam menciptakan perdamaian dunia. Sekaligus meninjukkan kebusukan konsep negara bangsa yang membuat islam justru kehilangan powernya.

Konsep penyelesain perdamaian dunia di Palestina sejak Nakbah 1948 antara lain adanya Resolusi PBB 194 (1948), Perjanjian Camp David (1978-1979), Kesepakatan Oslo (1993), Prakarsa Perdamaian Arab (2002) dan Bridge of Peace (2026), namun faktanya justru warga palestina semakin terjajah dan bahkan terusir dari negeri mereka. Genosida yang berlangsung hingga Gaza yang rata dengan tanah bukti bahwa konsep mereka hanya sebagai formalitas untuk melegalkan suatu keberpihan pengakuan terhadap berdirinya negara Israel diatas tanah-tanah Palestina.

Pembebasan palestina tidak bisa diharapkan datang dari negara-negara adidaya, lembaga-lembaga internasional ataupun regional. Semuanya justru ada untuk mengukuhkan penjajahan terhadap ummat islam. Perampasan hak-hak warga palestina dan bahkan terisolirnya warga dari bantuan pihak-pihak yang memberikan perhatian seperti pencekalan dan penculikan aktivis-aktivis sosial global dari berbagai negara.

Oleh karena itu pembebasan palestina harus menjadi agenda utama yang menyeluruh termasuk penegakan sistem kepemimpinan Islam, hanya kepemimpinan islam yang diharapkan bisa mengusir penjajah dan mengalahkan kekuatan pendukungnya.

Karenanya perjuangan hari ini mengutamakan kepemahaman ummat tentang urgensi hidup dibawah naungan kepemimpinan islam sebagai wujud keimanan. Kepemimpinan islam akan menyatukan dan memobilisasi kekuatan ummat islam sehingga kewibawaan ummat ini kembali dan ummat islam siap merebut kepemimpinan dunia dan menebar Rahmat ke seluruh Alam. SHT

Penulis Bu Kiki

https://www.google.com/search?q=peringatan+nakba&client=ms-android-xiaomi-terr1-rso3&hs=pLwp&sca_esv=f26c5b2c7c69a3ed&udm=2&biw=375&bih=720&sxsrf=ANbL-n53kmD-qAPzKoU9KvcwKuB9SugKlA%3A1779507162224&ei=2h8RaqyjDdeT4-EPw8uFmAw&oq=peringatan+nakba&gs_lp=EhJtb2JpbGUtZ3dzLXdpei1pbWciEHBlcmluZ2F0YW4gbmFrYmEyBBAAGB4yBhAAGAgYHjIIEAAYgAQYogQyCBAAGIAEGKIEMggQABiABBiiBEjHKFDmDVjwJXACeACQAQCYAZkBoAH3EaoBBDAuMTe4AQPIAQD4AQGYAhOgAoUTqAIFwgIHECMYJxjJAsICCxAAGIAEGLEDGIMBwgIKECMYJxjJAhjqAsICChAuGIAEGEMYigXCAgsQLhiABBixAxiDAcICDhAAGIAEGLEDGIMBGIoFwgIKEAAYgAQYQxiKBcICCBAAGIAEGLEDwgIFEAAYgASYAwaIBgGSBwQyLjE3oAfgQbIHBDAuMTe4B_sSwgcGMi0xMS44yAeHAYAIAA&sclient=mobile-gws-wiz-img#sv=CAMSVxoyKhBlLTN6Uk1iWk9jOU9YMUlNMg4zelJNYlpPYzlPWDFJTToONUsyYl9BSHBySnJUSU0gBCoXCgFzEhBlLTN6Uk1iWk9jOU9YMUlNGAEwAUoECAEQAhgHILKm6vQESggQAhgBIAIoAQ

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image