Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ponpes Darul Quran Wal Irsyad Wonosari

Kala Al Mulk Menenangkanku

Sastra | 2026-05-19 13:44:27

Penulis : Muhammad Syaid Mashudi (Siswa Kelas 11 Mazaya MA Darul Qur'an, Wonosari, Gunungkidul)

Hari gelap gulita, langit hitam pekat. Sama sekali tak ada cahaya. Rembulan pun tak mau membantu menerangi. Saking takutnya dia pun sembunyi dibalik awan. Begitu mencekam. Sementara tubuhku gemetar saat sesosok yang tak pernah kukenal dan kujumpa menghampiriku dengan dengan wajah sengit.

“Siapa kamu? Apa yang terjadi padaku?,” aku membatin.

“Kau sudah mati,” sosok itu menjawab sebelum ku bertanya.

Apa benar seperti ini orang yang mati? Sampai tak tahu dirinya sudah mati? Tapi ini benar-benar ku alami.

Sementara ku lihat beberapa orang terus menangis di depan jasadku. Sedang yang lainnya sibuk menyiapkan untuk mandi terakhirku, sebagian lagi menyiapkan kafan dan liang lahat yang jadi pakaian dan rumah untuk peristirahatan terakhriku. Dan dari semua itu, aku merasa senang melihat si kecil membaca yasin berkali-kali di samping keranda meski sambil terisak-isak menahan sedih yang begitu dalam.

Mereka menurunkanku ke liang lahat pelan-pelan. Sejurus kemudian tubuhku ditimbun tanah. “Tunggu dulu...tunggu dulu... aku masih ingin bersama...jangan tinggalkan aku sendirian,” ku ulang-ulang permintaan itu, tapi tak ada satupun yang mendengar. Habis lah sudah. Sementara sosok berwajah sengit itu masih saja berada di sisiku. Dan lagi dia berkata “Kau sudah mati,”.

***

“Dimana aku ini? bapak, ibu, sauadaraku tolong aku.....”. Percuma. Aku tertunduk lemas tak berdaya. Semuanya tak bisa ku mintai pertolongan.

Entah dari mana datangnya, sesosok tampan, wangi, lagi ramah datang menyapaku. Kehadirannya menenangkanku yang sedari tadi dibalut takut berlipat-lipat karena melihat dua malaikat menatapku tajam dari kejauhan.

“Tenanglah, aku temanmu,” dia mengawali perkenalan. Aku merasakan kehadirannya seketika membawa kemananan sekaligus menghilangkan kengerian tatapan dua malaikat itu. “Aku Al Mulk, yang selalu kau baca setiap malam. Ku temani kau di sini, aku jadi saksi bagimu sehingga kau terlepas dari siksa. Tenanglah,” lagi dia memberiku ketenangan.

Seketika ku sadar, dia adalah amalan yang kujalani penuh ikhlas dan keridhoan. Yang kulakoni sepenuh hati setelah pak Ahmad, guru ngaji dikampungku mengajarkan tentang fadilah al Mulk seperti disabdakan Rasulullah SAW.

***

Klik Link di bawah ini untuk memperoleh informasi PPDB Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal Irsyad Wonosari

PPDB Darul Qur'an

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : 0895328561873

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image