Festival Literasi Bantul 2026 Siap Digelar, Usung Tema Inspiratif Bahagiaku Menjadi
Guru Menulis | 2026-05-07 23:44:49
BANTUL — Kabar menggembirakan bagi dunia literasi kembali datang dari Kabupaten Bantul. Festival Literasi Bantul (FLB) 2026 dipastikan kembali hadir dengan konsep baru yang lebih segar, inspiratif, dan menyentuh hati. Agenda tahunan hasil kolaborasi Tim Literasi Matsaga bersama Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati itu siap mengguncang semangat literasi masyarakat Bantul tahun ini.
Kepastian pelaksanaan FLB 2026 mengemuka dalam musyawarah Tim Literasi Matsaga yang berlangsung hangat di Joglo Opak, Selasa (5/4/2026). Pertemuan dipimpin Sutanto bersama tim yang terdiri atas Gita Atmania Dewi, Kuni Fauziah, Netty Herawati, Septiana Nurul Imamah, Setiyono, dan Dwi Arif Stiyopranomo.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang mengangkat karya puisi, FLB 2026 hadir dengan gebrakan baru berupa penulisan true story bertema “Bahagiaku Menjadi ”. Tema ini dinilai lebih dekat dengan kehidupan dan mampu menggali pengalaman emosional serta inspiratif dari para peserta.
“Jika siswa dapat menuliskan kebahagiaannya menjadi pelajar, guru menulis kisah bahagia menjadi pendidik, maka para tokoh publik juga diharapkan berbagi cerita perjuangan dan kebahagiaan dalam pengabdiannya kepada masyarakat,” terang Sutanto penuh semangat.
Arahan perubahan konsep tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut masukan dari Emi Masruroh agar festival tahun ini semakin membumi dan memberi ruang bagi kisah-kisah nyata yang menginspirasi.
Tak hanya berubah konsep, cakupan peserta FLB 2026 juga dibuat lebih fokus. Festival kali ini diperuntukkan bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan, sementara madrasah diarahkan mengikuti festival literasi tingkat Kanwil Kemenag DIY.
Menariknya, ketentuan penulisan karya dibuat berbeda sesuai jenjang pendidikan. Siswa SD cukup menulis satu halaman, SMP dua halaman, SMA dan guru tiga halaman, sedangkan tokoh publik minimal dua halaman. Format tersebut diharapkan mampu memudahkan peserta sekaligus menjaga kualitas tulisan.
Panitia juga tengah menyiapkan dukungan besar dari berbagai tokoh penting di Bantul. Sejumlah nama yang akan diajak berkolaborasi antara lain Bupati Bantul, Bunda Literasi Bantul, Kepala Disdikpora, Kepala Dispusip, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Balai Dikmen, anggota DPRD, hingga Ketua PGRI Bantul.
Tak tanggung-tanggung, rangkaian kegiatan FLB 2026 telah disusun matang sejak jauh hari. Bulan Mei dijadwalkan audiensi dengan para tokoh dan pembuatan flyer, Juni penyebaran surat edaran ke sekolah-sekolah, Juli workshop penulisan sekaligus pengumpulan karya, Agustus proses editing, September layout dan pencetakan buku, hingga puncaknya pada Oktober 2026 dengan gelaran Festival Literasi Bantul dan malam penghargaan yang diprediksi berlangsung meriah.
“Kami berharap Festival Literasi Bantul tahun ini mampu melahirkan karya-karya yang bukan hanya indah dibaca, tetapi juga mampu menyentuh hati dan memberi inspirasi bagi masyarakat luas,” pungkas Sutanto.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
