Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Kheisya Chella

Ketegangan AS-Iran Picu Ketidakpastian Ekonomi Global

Politik | 2026-04-29 11:58:03
This image was generated using AI Chat GPT

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian dunia. Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Menurut laporan Reuters, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu dengan Iran. Namun, situasi di kawasan masih belum stabil karena konflik lain yang terjadi di wilayah tersebut berpotensi mengganggu upaya perdamaian jangka panjang.

This image was generated using AI Chat GPT

Ketegangan ini berdampak langsung pada sektor energi global. Gangguan pada jalur distribusi minyak seperti Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia mengalami kenaikan, yang kemudian memicu inflasi di berbagai negara.

Direktur Pelaksana International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, menyatakan bahwa konflik ini menimbulkan risiko besar terhadap perekonomian global. Negara-negara pengimpor minyak menjadi pihak yang paling terdampak akibat kenaikan harga dan terbatasnya pasokan energi.

Dampak Bagi Indonesia

Di Indonesia, dampak konflik global ini juga mulai dirasakan. Berdasarkan informasi dari Bank Indonesia, stabilitas nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh dinamika global dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan akibat tensi geopolitik. Pemerintah juga mewaspadai kenaikan harga energi yang dapat membebani anggaran negara.

Menurut saya, konflik ini berdampak signifikan terhadap perekonomian, karena kenaikan harga energi tidak hanya memicu inflasi, tetapi juga memengaruhi kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Dengan kondisi geopolitik yang masih belum stabil, berbagai pihak berharap adanya penyelesaian damai agar dampak terhadap ekonomi global tidak semakin meluas. Konflik yang berkepanjangan dikhawatirkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia serta meningkatkan risiko ketidakpastian di pasar keuangan.

Referensi:

Reuters (2026) IMF's Georgieva expects war to trigger demand for up to $50 bln in Fund support. https://www.reuters.com/world/middle-east/imfs-georgieva-expects-war-trigger-demand-up-50-bln-fund-support-2026-04-09/

Bank Indonesia (2026) BI-Rate 4,75% pada tanggal 22 April 2026. https://www.bi.go.id/id/default.aspx

Penulis:

Kheisya Chella Indira Nur'aen (251011200673)

Sulis tiana (251011200660)

Mahasiswa S1 Akuntansi, universitas Pamulang

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image