Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, Moral Generasi Muda Terancam
Agama | 2026-04-26 12:26:56Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, Rusaknya Kehormatan Wanita
Geger di media sosial terkait percakapan via WhatsApp 16 mahasiswa UI yang berisi pelecehan terhadap para mahasiswi bahkan juga dosen wanita. Terjadi sidang terbuka yang menghadirkan 16 pelaku dan korban juga civitas akademika mahasiswa fakultas hukum Universitas Indonesia. Banyak pihak tercengang karena mereka yang melakukan adalah mahasiswa yang aktif di kampus, bahkan salah seorang adalah yang gencar membantu korban kekerasan seksual. Ini menjadi ironi sebab, mereka adalah mahasiswa fakultas hukum yang notabene mereka adalah orang yang mengerti hukum dan kelak akan menjadi aparat penegak hukum. Kecaman dari berbagai pihak termasuk permintaan untuk melakukan DO kepada para mahasiswa tersebut.
Kita patut merasa miris dengan kejadian ini, dan akhirnya di kampus-kampus lain pin akhirnya bermunculan korban-korban yang melakukan speak up. Ini menunjukkan bahwa fenomena ini seperti gunung es. Terlihat di permukaan, tetapi di baliknya banyak sekali yang tidak terungkap. Korban yang sebagian besar perempuan bahkan ketakutan ketika akan melaporkan hal semacam ini. Stigma yang buruk dari masyarakat, opini yang sering tidak berpihak kepada korban, bahkan ancaman dan intimidasi ketika akan melakukan speak up. Padahal ini terjadi di Perguruan Tinggi yang notabene tempat yang harusnya aman dari kekerasan seksual. Namun hari ini, hal ini tidak ada dan hampir-hampir tak ada ruang yang aman bagi perempuan. Inilah akibat sistem hari ini yang tidak berpihak pada perempuan. Sistem yang hanya memandang bahwa wanita hanyalah objek untuk menghasilkan keuntungan. Dan ini tentu berbeda sekali dengan Islam yang sangat memuliakan perempuan.
Terlebih mereka adalah mahasiswa yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Apa jadinya jika moral generasi kita hari ini seperti ini? Bicara mesum, porno, seakan menjadi normalisasi yang merata di media sosial. Seakan perempuan hanya dijadikan obyek untuk pemuasan hawa nafsu, tanpa mengindahkan norma apalagi norma agama. Jika ini tidak ada penanganan serius maka kasus akan terus berulang dan akan menjadi preseden yang buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Agama hanya dijadikan hiasan tanpa dijadikan patokan dalam bertingkah laku dan berucap. Tak ada penjagaan terhadap kehormatan seorang wanita apalagi muslimah.
Padahal dalam Islam wanita sangat terjaga kehormatannya. Kita masih ingat kisah seorang muslimah yang dipermalukan oleh seorang Yahudi. Rasulullah bahkan sampai memerangi kaum Yahudi demi membela kehormatan seorang wanita. Kita juga ingat kisah Khalifah Mu'tashim Billah yang juga mengerahkan ribuan balatentaranya untuk membela kehormatan seorang wanita. Dan kita lihat sekarang ketika kaum muslimin tak ada pelindung, kehormatan wanita tak ada harganya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
