Pohon Kasturi Kalimantan
Curhat | 2026-04-21 09:03:32Pohon Kasturi Kalimantan:
Permata Flora yang Terancam Punah dari Selatan Borneo
Kalimantan Selatan tidak hanya terkenal dengan keindahan Sungai Martapura atau Pasar Terapung Lok Baintan, tetapi juga menyimpan kekayaan hayati yang khas, salah satunya adalah Pohon Kasturi (Mangifera casturi). Pohon ini merupakan maskot flora Kalimantan Selatan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 1989.
Namun, di balik keharumannya yang khas, pohon mangga eksotis ini menyimpan kisah sedih mengenai kelestariannya.
Morfologi dan Karakteristik Kasturi
Kasturi adalah jenis tanaman yang berkerabat dekat dengan mangga, namun memiliki karakteristik unik. Pohon kasturi termasuk tanaman arbor (pohon berkayu) yang berumur panjang dan mampu tumbuh tinggi, bahkan mencapai 25 hingga 30 meter dengan diameter batang 40–115 cm.
Ciri-ciri fisik Kasturi:
Kulit Kayu: Berwarna putih keabu-abuan hingga cokelat terang, seringkali terdapat retakan kecil.
Daun: Berbentuk lanset memanjang dengan ujung runcing.
Buah: Berukuran kecil hingga sedang (berat 60-84 gram) dengan bentuk bulat sampai ellipsoid.
Warna Kulit Buah: Saat matang, buah kasturi berwarna ungu gelap, kehitaman, atau cokelat tua, yang seringkali dianggap tidak matang oleh orang luar Kalimantan, padahal itulah keunikannya.
Aroma dan Rasa: Daging buahnya berwarna oranye terang, berserat, dan memiliki aroma yang sangat harum dan manis menyengat, dengan perpaduan rasa asam segar.
Habitat dan Musim Berbuah
Tanaman kasturi endemik tumbuh di wilayah Kalimantan Selatan, terutama menyukai daerah basah dan tepian sungai. Keistimewaannya, tanaman ini mampu beradaptasi di lahan rawa dan cukup toleran terhadap genangan air.
Pohon kasturi dikenal produktif. Dalam satu pohon, buahnya yang lebat dapat mencapai ribuan biji. Musim berbunga biasanya terjadi pada bulan September, dan panen buah pada bulan November hingga Januari.
Permata yang Terancam Punah
Sayangnya, kabar mengenai populasi pohon kasturi di habitat aslinya cukup memprihatinkan. Sejak tahun 1998, mangga kasturi dikategorikan sebagai spesies yang punah di habitat aslinya (Extinct in the Wild) oleh World Conservation Monitoring Centre.
Penyebab kepunahan utamanya adalah tingginya ilegal logging dan konversi lahan hutan hujan Kalimantan yang merusak habitat aslinya. Selain itu, kualitas kayu kasturi yang baik membuat pohon ini sering ditebang.
Upaya Konservasi
Meskipun sudah punah di hutan liar, kasturi masih bisa ditemukan di kebun-kebun warga, halaman rumah, atau pekarangan di Kabupaten Banjar dan Kabupaten lainnya.
Saat ini, upaya konservasi terus dilakukan untuk melestarikan tanaman khas ini. Salah satu kendalanya adalah bibit kasturi tergolong rekalsitran, yang tidak bisa bertahan lama dan sulit dibudidayakan secara masif dalam waktu singkat.
Mencintai Kasturi artinya mendukung upaya konservasi agar pohon mangga eksotis ini tidak benar-benar hilang dari tanah Kalimantan
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
