Rangkaian Ibadah Idul Adha
Agama | 2026-04-18 22:02:05
By. Dr. Idmar Wijaya,S.Ag.,M.Hum
Dosen Prodi KPI FAI UM Palembang dan WK PDM Palembang
Ibadah Idul Adha setahun sekali dilaksanakan oleh ummat muslim dipenjuru dunia ada beberapa hal yang sebaiknya kita dilakukan:
1. Disunnah puasa Arafah pada tgl 9 Dzulhijjah.
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ، فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa hari Arafah, maka beliau bersabda:“Puasa Arafah itu menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
2. Disunnahkan Bertakbir dan bertahmid
Malam tanggal 10 Dzulhijjah disunnah bertakbir dan bertahmid sampai pada hari-hari tasriq yaitu pada tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah.
3. Mandi Sebelum Sholat
Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat sholat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, sebagaimana dijelaskan oleh beberapa atsar sahabat dan tabiin.
4. Disunnahkan untuk tidak makan dan minum
Pagi hari sebelum berangkat menuju ke tempat sholat disunnah untuk tidak makan dan minum setelah pulang dari sholat baru makan dan minum.
عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ، وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّي.
Dari Buraidah, ia berkata: "Nabi ﷺ tidak keluar (untuk salat) pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau salat." (HR. At-Tirmidzi, no. 542 – Hadis Hasan Gharib).
Hadis ini dijadikan dasar oleh para ulama bahwa disunnahkan tidak makan terlebih dahulu pada pagi hari Idul Adha, berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan sebelum salat.
5. Memakai Pakaian Terbaik
Disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik (tidak harus baru) dan bersih, serta berhias (bagi laki-laki) dengan wewangian.
6.Berangkat Lebih Awal ke Tempat Sholat
Dianjurkan untuk segera berangkat ke lapangan atau tempat sholat Id secara lebih awal, dengan tetap menjaga ketertiban.
7.Sholat disunnah dilapangaan (Jika memungkinkan )
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى
Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, ia berkata:"Rasulullah ﷺ keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju lapangan (musalla). [HR. al-Bukhari, no. 956 dan Muslim, no. 889]
Hadits ini menjadi dalil utama bahwa sunnahnya shalat Id dilaksanakan di lapangan terbuka (bukan di dalam masjid), kecuali ada uzur seperti hujan.
8.Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat (Jika Mampu)
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنَ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا
Dari Ali bin Abi Thalib ra, beliau berkata: "Termasuk sunnah (Nabi ﷺ) adalah keluar (pergi) menuju shalat Id dengan berjalan kaki."
9.Nabi pulang dari pergi ke tempat sholat melalui dua jalan.
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ.
Dari Jabir ra., ia berkata: "Nabi ﷺ apabila pada hari raya, beliau mengambil jalan yang berbeda (ketika pergi dan pulang dari salat Id)."(HR. Bukhari no. 986).
Hadis ini menjadi dasar disunnahkannya mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Id, sebagai bentuk syiar Islam dan agar lebih banyak orang yang dijumpai.
Penutup
Semoga tulisan yang sangat sederhana ini berguna dan bermanfaat bagi kita. Penulis hanyalah seorang yang lemah dan masih banyak belajar dan tentunya penuh dengan kekurangan serta tidak sempurna.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
