Menuju Hayatan Thayyibah dan Relevansinya di Hari Ini
Agama | 2026-04-15 09:14:05Hayatan thayyibah secara bahasa berarti kehidupan yang baik. Ibnu Katsir dalam tafsirnya memaknai istilah ini sebagai ketenteraman jiwa. Sementara itu, Ibnu Abbas menafsirkannya sebagai kehidupan yang sejahtera, bahagia, serta dipenuhi rezeki yang halal dan baik. Adapun Ali bin Abi Thalib menjelaskan hayatan thayyibah sebagai kehidupan yang disertai sifat qana’ah, yakni menerima pemberian Allah SWT dengan lapang hati. Dengan demikian, hayatan thayyibah dapat dimaknai sebagai kehidupan yang berkualitas, penuh keberkahan, kebahagiaan, dan ketenangan. Konsep ini selaras dengan firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 97, yang menjelaskan bahwa untuk memperoleh hayatan thayyibah terdapat dua syarat utama, yaitu beriman dan beramal saleh.
Iman tentu mencakup enam rukun iman: iman kepada Allah, iman kepada Malaikat-Malaikat Allah, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul-Rasul Allah, iman kepada hari akhir, serta iman kepada qadha dan qadar. Bagian terakhir ini sering kali menjadi ujian tersendiri. Apabila lima rukun iman sebelumnya telah diyakini dan diupayakan untuk diamalkan, pertanyaan selanjutnya adalah: apakah kita telah benar-benar menerima qadha dan qadar Allah SWT?
Masihkah kita mengeluh ketika menghadapi berbagai keadaan, seperti cuaca yang terlalu panas atau hujan yang berkepanjangan, belum dipertemukan dengan jodoh, belum dianugerahi keturunan, atau merasa belum memperoleh nasib yang baik? Jika rasa keberatan dan ketidakrelaan itu masih muncul, bisa jadi kita belum sepenuhnya menerima ketentuan Allah SWT. Tidak mengherankan apabila ketenangan hidup yang menjadi bagian dari hayatan thayyibah belum sepenuhnya kita rasakan.
Qadha adalah ketetapan atau keputusan Allah SWT yang telah ditentukan sejak zaman azali terhadap seluruh makhluk-Nya. Adapun qadar adalah perwujudan atau realisasi dari ketetapan tersebut dalam kehidupan nyata yang dialami oleh manusia.
Selanjutnya, syarat kedua untuk memperoleh hayatan thayyibah adalah beramal saleh. Amal saleh merupakan segala perbuatan baik yang dilakukan manusia dengan tujuan memperoleh ridha Allah SWT, baik yang berkaitan dengan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan maupun hubungan horizontal antara manusia dengan sesama.
Shalat, zakat, puasa, dan haji merupakan kewajiban bagi umat Islam, dan menjadi amal saleh apabila dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Sementara itu, dalam hubungan horizontal, amal saleh dapat diwujudkan melalui berbagai perbuatan baik, seperti menolong sesama, menjaga dan merawat alam, hingga hal-hal yang tampak sederhana namun sangat penting, seperti tidak menyimpan dendam, tidak berprasangka buruk, dan tidak melakukan ghibah. Pertanyaannya, sudahkah kita berusaha mengamalkannya? Jika hal-hal tersebut masih sering dilakukan, maka wajar apabila hayatan thayyibah belum sepenuhnya kita rasakan dalam kehidupan.
Konsep ini sejatinya sangat indah dan komprehensif, serta telah diajarkan oleh Al-Qur’an sejak lama. Dalam realitas kehidupan masa kini, banyak orang menghadapi berbagai persoalan kesehatan mental, seperti kegelisahan, kegalauan, insomnia, ketidaktenangan, bahkan sikap terburu-buru dan tidak stabil dalam menghadapi hidup. Padahal, Al-Qur’an telah memberikan jawaban atas persoalan tersebut.
Dengan memperkuat iman secara sungguh-sungguh serta mengamalkan amal saleh, bahkan hingga pada hal-hal yang paling kecil sekalipun, insyaAllah kehidupan yang tenang, bahagia, dan sejahtera—yang disebut sebagai hayatan thayyibah—akan dianugerahkan kepada kita semua.
Wallahu a’lam bish-shawab. (mel)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
