Keseimbangan Asupan Mineral Makro untuk Hidup Sehat
Info Sehat | 2026-04-12 13:43:30Mineral merupakan zat gizi mikro berupa senyawa anorganik yang memiliki peran penting dalam pembentukan struktur tubuh serta pengaturan berbagai fungsi fisiologis. Salah satu kelompok mineral yang dibutuhkan tubuh adalah mineral makro, yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah relatif besar, umumnya lebih dari 100 mg per hari (Abadi, 2026). Mineral makro berperan dalam menjaga keseimbangan struktur tubuh serta mendukung berlangsungnya proses fisiologis secara optimal. Adapun yang termasuk dalam kelompok ini antara lain kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, klorida, dan sulfur (METRI, 2022).
Setiap jenis mineral makro memiliki fungsi spesifik dalam tubuh. Kalsium (Ca), misalnya, merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia. Mineral ini berfungsi utama dalam pembentukan dan pemeliharaan kekuatan tulang serta gigi. Selain itu, kalsium juga berperan dalam kontraksi otot, penghantaran impuls saraf, proses pembekuan darah, serta pengaturan fungsi jantung (Saputri, 2021). Di sisi lain, magnesium (Mg) merupakan mineral yang terlibat dalam lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh.
Magnesium berperan dalam produksi energi, sintesis protein, menjaga fungsi otot dan saraf, serta mengatur kadar glukosa dalam darah. Tidak hanya itu, magnesium jugaberkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes (Lestari, 2021). Kebutuhan mineral makro dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan sehari-hari yang beragam, baik dari sumber hewani maupun nabati. Kalsium banyak ditemukan dalam susu dan produk olahannya seperti keju dan yogurt, serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli (Saputri, 2021).
yoona.id " />
Fosfor terdapat dalam daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Magnesium dapat diperoleh dari bijibijian, kacang-kacangan, gandum utuh, serta sayuran berdaun hijau (Lestari, 2021). Natrium umumnya berasal dari garam dapur dan makanan olahan, sedangkan kalium banyak terdapat dalam buah-buahan seperti pisang dan jeruk serta sayuran seperti kentang dan tomat. Klorida biasanya diperoleh bersamaan dengan natrium, sementara sulfur terdapat dalam makanan tinggi protein seperti daging, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Dengan pola makan yang seimbang dan bervariasi, kebutuhan mineral makro dapat terpenuhi secara optimal.
Namun demikian, keseimbangan asupan mineral makro perlu diperhatikan karena kekurangan maupun kelebihan dapat berdampak pada kesehatan. Kekurangan mineral makro dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti osteoporosis akibat defisiensi kalsium, kram otot dan gangguan irama jantung akibat kekurangan magnesium, serta ketidakseimbangan cairan tubuh akibat rendahnya natrium dan kalium. Kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan, menurunkan daya tahan tubuh, serta menghambat proses metabolisme.
DAFTAR PUSTAKA ;
Abadi, E. (2026). Zat Gizi Makro Dan Mikro. Ilmu Gizi: Teori Dan Aplikasinya
Dalam Kehidupan Sehari-Hari.
Lestari, T. P. (2021). Edukasi Pentingnya Asupan Magnesium Pada Ibu Hamil Di
Puskesmas Campurejo Kota Kediri. In Prosiding (Senias) Seminar
Pengabdian Masyarakat.
Metri, Y. &. (2022). Pengaruh Penambahan Mineral Makro Dalam Ransum
Terhadap Pertambahan Berat Badan Dan Efisiensi Ransum Pada Kambing
Kacang. . Stock Peternakan, 9-17.
Saputri, A. N. (2021). Perbedaan Kadar Kalsium Menggunakan Reagen Langsung
Dan Setelah Didiamkan Pada Suhu Ruang. Doctoral Dissertation,
Kodeprodi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
