Semakin Besar, THR Semakin Sedikit?
Curhat | 2026-04-02 22:00:56Setelah 30 hari puasa, akhirnya waktu yang kita tunggu-tunggu tiba juga. Lebaran akhirnya tiba, waktunya kita melepaskan rindu dengan keluarga, sahabat, dan yang pastinya melepaskan "rem" diet yang kita jaga ketat. Wangi rendang, opor, ketupat yang menggoda di meja makan, gak mungkin bisa kita tolak.
Sambil mengunyah opor dan ketupat, aku cuma bisa senyum simpul pas Om dan Tante mulai mengeluarkan jurus andalannya. "Semester berapa sekarang?" atau yang paling horor, "Kapan lulus?". Pertanyaan-pertanyaan itu rasanya jauh lebih berat dibanding ujian akhir semester.
Tapi yang paling horror dari semua itu adalah "THR dikit aja ya? kan udah gede", "...." jujur. bingung responnya. Kita emang diumur-umur tanggung sih. Bukan anak kecil, bukan juga orang yang udah Kerja. Justru semakin tua umurnya, semakin banyak juga kebutuhannya.
Bukannya ngga bersyukur, tapi mahasiswa itu banyak banget kebutuhannya. Dari kebutuhan pokok sehari-hari, sampai kebutuhan kuliah yang mengharuskan print makalah se-gunung banyaknya. Maka dari itu, uang yang kita butuh justru semakin banyak. Belum lagi mengingat tugas dosen yang gaada Habis-habisnya. Kuliah daring yang butuh banyak kuota, iuran organisasi setiap bulan, dan kita cuman ngandelin kiriman Orang tua aja.
Pada akhirnya, Lebaran tahun ini bukan cuma soal makan opor dan maaf-maafan, tapi soal latihan mental menghadapi fase "transisi" ini. Meskipun THR-nya "ghoib", setidaknya semangat buat nyelesain kuliah nggak boleh ikut hilang, kan? Biar tahun depan, giliran kita yang (semoga) sudah punya penghasilan sendiri dan siap jadi donatur THR yang sesungguhnya.
Source photo: pinterest
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
