Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammadfitree Lemlae

Mengapa Patani (Selatan Thailand) Selalu Membela Palistina?

Gaya Hidup | 2026-03-26 19:38:07
Foto dari acara Melayu Raya 2026

Setiap acara kebesaran di Patani bendera itu selalu muncul tanpa di undang dan bendera itu tidak ada dalam agenda. Namun bendera itu selalu berkibar di atas kepala manusia di bumi Patani, solah tahu bahwa kehadirannya adalah bagian dari perayaan jiwa itu sendiri. Merah, putih, hitam, dan hijau. Bendera Palistina yang tidak tahu sejak kapan telah menjadi bagian dari setiap acara kebesaran di tanah Melayu Patani ini.

Kejadian ini bukan kebetulan dan bukan ikutan-ikutan tren yang mudah hilang ketika kamera telah pergi, kejadian ini adalah suatu yang jauh lebih dalam, dari ingatan kolektif, dan dari ikatan sejarah yang telah mengakar selama berabad-abad di bumi Melayu.

Masyarakat Patani adalah masyarakat yang mempunyai sejarah panjang dalam menjaga identitas dan budayanya. Mereka paham apa arti hidup membawa tekanan untuk mempertahankan bahasa, adat, dan agama di tengah berbagai tentang zaman yang tidak lalu berpihak. Kerena pengalaman itulah, ketika mereka melihat Palistina, mereka tidak hanya melihat konflik yang keluar dari media sosial. Mereka melihat cermin-cermin dari perjuangan moral yang belum selesai, dari tangis seorang ibu yang kehilangan anaknya, dari seorang petani yang terusir dari tanah ia warisi turun. Bagi masyarakat Patani, pegangan bahwa setiap manusia berhak untuk hidup dengan perdamaian bukan sekedar slogan.itu adalah nilai yang mereka jalani setiap hari.

Namun pembelajaran ini tidak berhenti pada simpati semata. Ada dimensi spiritual yang mengikat jauh lebih kuat. Patani adalah masyarakat yang sangat religius, dan kecemaran dalam iman. Membela Palistina adalah panggilan suci. Masjid Aqsa bukan sekedar nama, ia adalah kiblat pertama umat Islam, tempat Rasulullah SAW singgah dalam peristiwa Isra Miraj yang agung, dan ia adalah salah satu masjid paling mulia dalam Islam.

Rasulullah sendiri bersabda :

"Janganlah perjalanan itu memberatkan kamu kecuali ke tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid Rasulullah, dan Masjidil Aqsa." (HR. Bukhari No. 1189 & Muslim No. 1397)

Anak-anak Patani tumbuh dengan pemahaman ini sejak kecil. Maka ketika Al-Quds terluka, hati mereka ikut terluka.

Pengibar bendera Palistina adalah cara mereka menegaskan bahwa identitas Melayu tidak bisa dibedakan seperti kecintaan warga Palistina.

Pembelaan masyarakat Patani terhadap Palistina tidak terbatas pada satu dimensi saja. Meskipun isi ini sering ditarik ke rumah agama atau politik, bagi mereka, ini adalah perjuangan kemanusiaan dalam arti paling luas mereka mencari dunia yang adil, di mana setiap manusia bisa hidup dengan martabat yang setara, di mana tidak satu pun anak kecil yang harus tidur dalam ketakutan kerena ia dilahirkan di tanah tertentu. Solidaritas ini melampaui batas suku, bangsa, dan agama. Ia adalah suara hati nurani yang menolak diam ketika kezaliman terjadi di mana pun di muka bumi.

Kibaran bendera Palistina di setiap sudut bumi Patani, itu adalah pesan yang bisa, namun tajam, di tanah Melayu, ada sebuah bangsa yang tidak akan pernah diam melihat ketidakadilan. Selama ketidakadilan bukan milik semua bangsa Palistina, selama itu pula bendera merah, pulih, hitam, dan hijau itu akan bersanding dengan identitas Melayu, di setiap acara kebesaran, di setiap lantunan doa, di setiap pengukuran jantung yang masih peduli kepada semua. Kerena bagi Patani, membela Palistina bukan sekedar sikap politik. Ia adalah cara mereka merawat kemanusiaan mereka sendiri.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image