Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Marketing DT Peduli 2

Meugang di Pidie Jaya Menghidupkan Kebersamaan

Filantropi | 2026-03-11 14:18:38
Tradisi Meugang, perayaan kebersamaan dalam menyambut bulan Suci Ramadhan (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | PIDIE JAYA - Suasana pagi di Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (16/2/2026) terasa berbeda. Sejak subuh, warga sudah bersiap. Tawa, sapa hangat, dan semangat gotong royong menyatu dalam satu momen istimewa yakni Meugang.

Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar tradisi menyambut hari besar Islam, tapi perayaan kebersamaan. Daging dibagikan agar semua keluarga bisa menikmati hidangan terbaik saat Ramadhan.

DT Pedui Mendukung Kegiatan Meugang ini dengan memberikan 1 ekor Sapi (Sumber : DT Peduli)

Pada hari pertama pelaksanaan Meugang tahun ini, lima ekor sapi disembelih di gampong tersebut. Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan, melibatkan warga dari berbagai kalangan yang bahu-membahu sejak proses penyembelihan hingga pembagian daging.

Acara ini turut dihadiri Direktur Utama DT Peduli Jajang Nurjaman, Staf Ahli Bupati Pidie Jaya Tengku Samsul, dan para tokoh setempat.

Tak hanya di satu tempat, program Meugang kali ini menyalurkan total 20 ekor sapi ke berbagai daerah di Aceh, meliputi Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Timur.

Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyerahkan secara simbolis bantuan 1 ekor sapi untuk tradisi Meugang (Sumber : DT Peduli)

Di sela kegiatan, Tgk Imam Gampong menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur DT Peduli. Kami berharap DT Peduli tetap jaya dan terus membantu siapa pun yang terdampak musibah. Mudah-mudahan DT Peduli dan seluruh tim selalu diberi kekuatan, kesehatan, dan rezeki yang berlimpah," ujarnya penuh harap.

Bagi warga, Meugang bukan hanya tentang daging yang dibawa pulang, tapi tentang rasa diperhatikan, kebersamaan yang kembali dirajut, dan keyakinan bahwa masih banyak tangan kebaikan yang hadir di tengah mereka.

Di Aceh, tradisi boleh turun-temurun. Namun semangat berbagi di dalamnya selalu terasa baru, hangat, tulus, dan menyatukan. (Agus ID)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image