Kenyal dan Legit! Jenang Candi Jadi Ikon Kuliner Khas Magetan
Kuliner | 2026-03-10 10:14:41Jenang Candi menjadi salah satu kuliner tradisional yang cukup terkenal di Magetan. Jajanan khas ini dikenal memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis yang legit, sehingga banyak digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak hanya warga lokal, para wisatawan yang berkunjung ke Magetan sering menjadikan Jenang Candi sebagai oleh-oleh khas daerah.
Sesuai dengan namanya, Jenang Candi berasal dari sebuah daerah yang ada di Magetan dan dikenal sebagai sentra pembuatan jenang. Di kawasan tersebut, banyak produsen jenang yang masih mempertahankan proses pembuatan secara tradisional. Adonan jenang yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah dimasak dalam wajan besar sambil terus diaduk selama beberapa jam hingga menghasilkan tekstur yang lembut dan kenyal. Proses inilah yang membuat cita rasa Jenang Candi terasa khas dan berbeda dari jenang pada umumnya.
Selain dikenal sebagai jajanan tradisional, Jenang Candi juga memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat. Makanan ini sering disajikan dalam berbagai acara seperti selamatan, hajatan, hingga kegiatan adat lainnya. Kehadirannya tidak hanya sebagai hidangan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam tradisi masyarakat.
Di tengah maraknya makanan modern, Jenang Candi tetap mampu bertahan dan mempertahankan popularitasnya. Para pelaku usaha lokal terus berupaya menjaga kualitas dan keaslian rasa, sekaligus melakukan inovasi dalam pengemasan agar lebih menarik bagi konsumen. Jenang Candi diharapkan dapat terus dikenal oleh generasi muda serta menjadi salah satu identitas kuliner khas Magetan yang membanggakan.
Aprilia Tri Mawarni Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Madiun
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
