JEDA (08): Apa Kabar Lelahmu Hari Ini?
Khazanah | 2026-02-21 16:58:27Apa kabar puasamu hari ini?
Masih terjaga niatnya? Masih kuat langkahnya? Atau justru hari ini terasa lebih berat dari biasanya?
Mungkin sejak pagi tadi kamu sudah menyelesaikan banyak hal. Rapat yang menguras pikiran. Target yang harus segera dituntaskan. Pelanggan yang perlu dilayani dengan sabar. Atau tugas-tugas rumah yang tak pernah benar-benar selesai. Kini, di penghujung hari, tubuh mulai benar-benar terasa lelah. Tenggorokan kering. Energi menipis. Waktu menjelang berbuka terasa berjalan lebih lambat.
Tidak apa-apa. Tarik napas sejenak.
Ramadhan bukan tentang menjadi manusia tanpa lelah. Ia tentang bagaimana kita memaknai lelah itu. Bukankah sejak sahur tadi kamu sudah berniat menjalani hari ini karena Allah? Bukankah setiap tugas yang kamu kerjakan, setiap amanah yang kamu jaga, adalah bagian dari tanggung jawab yang bernilai ibadah?
Coba tanyakan pada diri sendiri: sudah berapa kebaikan yang kamu lakukan hari ini? Sudah berapa godaan yang berhasil kamu tahan? Sudah berapa emosi yang kamu redam? Kadang kita terlalu fokus pada apa yang belum selesai, sampai lupa mensyukuri apa yang sudah berhasil dijalani.
Mungkin target belum sepenuhnya tercapai. Mungkin performa tidak seoptimal biasanya. Tapi jika kamu tetap jujur, tetap berusaha maksimal, dan tetap menjaga integritas dalam keadaan berpuasa—itu bukan hal kecil. Itu kemenangan.
Ramadhan mengajarkan kita untuk menghargai proses, bukan hanya hasil. Menguatkan niat, bukan sekadar mengejar capaian. Bahkan rasa lelah pun bisa menjadi saksi kesungguhan, selama ia dibingkai dengan sabar dan syukur.
Sore ini, sebelum azan Maghrib tiba dan sebelum kita berbuka, beri ruang untuk mengapresiasi dirimu sendiri. Ucapkan dalam hati: aku sudah berusaha hari ini. Luruskan kembali niat. Perbaiki yang kurang. Syukuri yang sudah ada.
Karena boleh jadi, di saat kamu merasa biasa saja, justru langit sedang mencatatnya sebagai sesuatu yang luar biasa.
Ramadhan mengajak kita berdialog dengan diri sendiri: mengevaluasi tanpa menyalahkan, menguatkan tanpa meremehkan, dan mensyukuri tanpa menunda. Lelah yang dijalani dengan niat yang lurus dan integritas yang terjaga bukan sekadar aktivitas harian—ia adalah ibadah yang sedang tumbuh perlahan, satu hari demi satu hari.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
