Abimanyu Ersa Perkenalkan Single Terbaru yang Sarat Emosi dan Kejujuran
Agama | 2026-02-18 00:47:05Musisi independen Abimanyu Ersa kembali menghadirkan karya terbarunya sebagai kelanjutan perjalanan musikal yang semakin personal. Setelah sebelumnya merilis single Yang Sebenarnya, kali ini ia mempersembahkan lagu baru yang mengangkat tema kenangan, kehilangan, serta proses berdamai dengan masa lalu dibalut nuansa melankolis dan lirik yang jujur.
Single terbaru ini hadir dengan aransemen minimalis yang memberi ruang besar pada vokal dan pesan lagu. Nuansa melankolis terasa kuat, memperlihatkan sisi kedewasaan musikal dari Abimanyu Ersa dibanding karya sebelumnya seperti Yang Sebenarnya. Lewat lirik yang jujur dan personal, lagu ini membawa pendengar masuk ke ruang refleksi tentang perasaan, kenangan, dan proses melepaskan hal-hal yang pernah menyakitkan.
Dalam proses penciptaannya, Abimanyu Ersa menulis lagu ini berdasarkan refleksi pribadi, menjadikannya sebagai media ekspresi sekaligus ruang penyembuhan diri. Ia ingin menyampaikan bahwa setiap orang punya cara masing-masing untuk berdamai dengan masa lalu, dan melalui lagu ini, ia berharap pendengar bisa menemukan potongan cerita mereka sendiri.
Sebagai musisi independen, Abimanyu Ersa terus konsisten membangun perjalanan musiknya secara mandiri lewat karya-karya yang jujur dan penuh emosi. Lagu terbaru ini menjadi langkah lanjutan dalam proses pendewasaan artistiknya, sekaligus undangan bagi pendengar untuk ikut merasakan cerita yang ia tuangkan. Single tersebut kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, dan Abimanyu Ersa mengajak para penikmat musik untuk mendengarkan, membagikan, serta mendukung karya lokal independen.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
